Malaysia Serukan Penguatan Perdagangan Antarnegara ASEAN

  • 09 Jul 2025 21:49 WIB
  •  Batam

KBRN, Batam: Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyerukan negara-negara Asia Tenggara untuk meningkatkan kerja sama dan memperkuat perdagangan antaranggota ASEAN di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dalam pertemuan para menteri luar negeri negara-negara ASEAN di Kuala Lumpur, Anwar menekankan pentingnya memperkuat fondasi internal menghadapi tekanan eksternal, termasuk ancaman tarif baru dari Amerika Serikat. Ia menyebut hambatan perdagangan seperti tarif, pembatasan ekspor, dan hambatan investasi sebagai “alat tajam dari persaingan geopolitik”, meskipun tidak menyebut AS secara langsung.

Pernyataan Anwar disampaikan menyusul keputusan Presiden AS Donald Trump yang kembali menjabat, untuk memberlakukan tarif antara 25–40% terhadap enam negara ASEAN, yang akan mulai diberlakukan pada 1 Agustus 2025. Hanya Vietnam yang berhasil mendapatkan kesepakatan khusus, memangkas tarif dari 46% menjadi 20%. Sementara itu, Indonesia, Thailand, dan Malaysia masih berusaha mengadakan pembicaraan lanjutan untuk menghindari dampak ekonomi yang lebih buruk dari kebijakan sepihak tersebut.

ASEAN, yang secara kolektif merupakan ekonomi terbesar kelima dunia, semakin mengandalkan integrasi kawasan dan pergeseran rantai pasok global dari China. Dalam rancangan komunike bersama yang diperoleh Reuters, para menteri luar negeri ASEAN menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya ketegangan perdagangan global dan menyebut tindakan tarif unilateral sebagai kebijakan yang “kontraproduktif” dan berisiko memperparah fragmentasi ekonomi global. Meski demikian, ASEAN tetap berkomitmen untuk tidak melakukan pembalasan dan menjaga solidaritas internal.

Pertemuan ini juga menjadi ajang penting bagi para pemimpin ASEAN untuk bertemu dengan mitra dagang utama seperti Amerika Serikat, China, Jepang, Rusia, India, dan Uni Eropa. Menteri Luar Negeri China Wang Yi dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dijadwalkan hadir pada 10 Juli, bersama dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, yang melakukan kunjungan pertamanya ke Asia guna meredakan ketegangan akibat strategi tarif Trump.

Selain isu ekonomi, pertemuan ini juga membahas tantangan geopolitik lainnya, termasuk konflik internal Myanmar dan sengketa perbatasan antara Thailand dan Kamboja. Ketegangan meningkat setelah Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra diskors sementara menyusul kasus dugaan pelanggaran integritas melalui komunikasi dengan mantan pemimpin Kamboja, Hun Sen. Malaysia, yang saat ini menjabat sebagai ketua ASEAN, juga menyerukan kepada semua pihak di Myanmar untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan penyelenggaraan pemilu, meski belum jelas apakah ASEAN akan mendukung pemilu tersebut secara resmi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....