Malaysia Dorong Diversifikasi Pasar Minyak Sawit di Tengah Pengenaan Tarif Baru oleh AS
- 14 Mei 2025 15:59 WIB
- Batam
KBRN, Batam: Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB) menyerukan kepada para pelaku industri sawit untuk memperluas pasar ekspor guna mengurangi ketergantungan pada satu negara tujuan. Seruan ini muncul setelah Amerika Serikat menerapkan tarif baru terhadap impor minyak sawit, yang dinilai dapat berdampak pada kinerja ekspor nasional.
Ketua Direktur MPOB, Datuk Dr. Ahmad Parveez Ghulam Kadir, mengatakan bahwa diversifikasi pasar merupakan langkah strategis untuk menjaga ketahanan dan stabilitas ekonomi sektor perkebunan. “Kita harus memperkuat penetrasi pasar di kawasan seperti Timur Tengah, Afrika, dan Asia Tengah yang menunjukkan pertumbuhan permintaan minyak sawit yang positif,” ujarnya seperti dikutip dari BERNAMA.
Tarif baru yang diberlakukan oleh AS dinilai dapat memengaruhi daya saing minyak sawit Malaysia di pasar global. Untuk itu, MPOB menyarankan para eksportir dan perusahaan pengolahan untuk menjalin kemitraan strategis dengan negara-negara non-tradisional yang memiliki potensi pertumbuhan konsumsi minyak nabati.
| Baca juga: Update Kurs Rupiah Hari Ini – 10 Mei 2026 |
Pemerintah Malaysia melalui Kementerian Perladangan dan Komoditi juga berkomitmen memberikan dukungan kebijakan dan insentif untuk mendorong perluasan pasar. Di antaranya termasuk program promosi di luar negeri, peningkatan kualitas produk, serta inovasi dalam produksi berbasis keberlanjutan.
Malaysia, sebagai salah satu produsen minyak sawit terbesar dunia, terus menghadapi tantangan geopolitik dan sentimen negatif di pasar internasional. Oleh karena itu, pendekatan pasar yang lebih luas dianggap penting demi menjamin kelangsungan sektor ini yang menjadi penopang ekonomi nasional dan sumber penghidupan jutaan petani kecil di seluruh negeri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....