DBS, POSB Kontrol Penambahan Kartu ke Dompet Digital Cegah Fraud
- 11 Mei 2025 18:15 WIB
- Batam
KBRN, Batam: Sebagai langkah proaktif dalam memerangi peningkatan kasus penipuan dompet digital, sejumlah bank lokal terkemuka, yakni DBS dan POSB, akan segera meluncurkan fitur keamanan baru yang bertujuan untuk mencegah penambahan detail kartu curian ke platform pembayaran seluler secara ilegal. Mulai pertengahan bulan Mei, pemegang kartu DBS dan POSB akan memiliki kendali yang lebih besar atas siapa saja yang dapat menghubungkan kartu mereka ke dompet digital seperti Apple Pay dan Google Pay melalui fitur baru dalam aplikasi perbankan. Langkah ini merupakan respons langsung terhadap maraknya aktivitas penipuan di mana pelaku kejahatan memanfaatkan informasi kartu dan kata sandi sekali pakai (OTP) yang diperoleh melalui phishing untuk melakukan transaksi tidak sah melalui dompet digital.
Statistik yang mengkhawatirkan menggarisbawahi urgensi penerapan langkah-langkah keamanan baru ini. Berdasarkan data yang dirilis oleh DBS pada tanggal 8 Mei, lebih dari 650 laporan polisi diajukan hanya dalam kuartal terakhir tahun 2024, dengan total kerugian mencapai setidaknya $1,2 juta. Modus operandi yang sering digunakan pelaku kejahatan adalah dengan menipu individu agar mengungkapkan detail kartu dan OTP mereka, yang kemudian digunakan untuk menambahkan kartu yang telah dikompromikan ke perangkat seluler mereka sendiri untuk melakukan pembelanjaan yang tidak sah.
Fitur baru yang diperkenalkan oleh DBS dan POSB akan memberdayakan pengguna untuk secara aktif mengelola proses menghubungkan kartu mereka ke dompet digital. Secara bawaan, tombol "dompet digital" di dalam aplikasi perbankan DBS akan dalam keadaan mati. Nasabah yang ingin menambahkan detail kartu mereka untuk pembayaran tanpa kontak perlu mengaktifkan tombol ini secara manual. Setelah diaktifkan, pengguna akan memiliki jendela waktu singkat selama 10 menit untuk menyelesaikan proses penambahan kartu sebelum tombol tersebut secara otomatis kembali nonaktif. Jeda waktu yang disengaja ini dirancang untuk meningkatkan kewaspadaan pengguna selama proses transaksi, sehingga mempersulit pihak yang tidak berwenang untuk menambahkan detail kartu curian tanpa sepengetahuan langsung pemilik kartu yang sah.
Bapak Calvin Ong, Head of Consumer Banking DBS Singapura, menekankan pentingnya lapisan keamanan tambahan ini, menyatakan bahwa "jeda waktu yang disengaja" akan mendorong nasabah untuk lebih waspada selama bertransaksi. Inisiatif ini melengkapi rangkaian fitur keamanan DBS yang sudah ada, termasuk fitur penguncian dana (money lock) yang diluncurkan pada akhir tahun 2023, yang memungkinkan nasabah untuk mengamankan sejumlah dana agar tidak dapat ditransfer secara digital. Dengan lebih dari 6,5 juta kartu debit dan kredit DBS dan POSB yang saat ini beredar, fitur baru ini berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap keamanan transaksi digital bagi sebagian besar masyarakat.
Bank-bank besar lainnya di kawasan ini juga meningkatkan upaya mereka untuk memerangi penipuan dompet digital. UOB dan OCBC telah mengumumkan rencana untuk memperkenalkan langkah autentikasi token digital dalam aplikasi untuk menambahkan kartu ke dompet digital paling lambat bulan Juli. Langkah ini akan menghilangkan ketergantungan pada SMS OTP, yang terbukti rentan terhadap penipuan phishing. OCBC juga secara proaktif mengidentifikasi dan menghapus kartu yang terhubung ke beberapa dompet digital ketika aktivitas mencurigakan terdeteksi. Upaya kolektif dari bank-bank lokal ini menunjukkan komitmen yang kuat untuk meningkatkan keamanan metode pembayaran digital dan melindungi konsumen dari ancaman penipuan dompet digital yang semakin meningkat. Bagi individu yang membutuhkan bantuan atau informasi terkait dompet digital dan pencegahan penipuan, hotline ScamShield (1799) siap memberikan dukungan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....