PLN Dorong PLTS Terintegrasi dengan Penyimpanan Energy Berbasis Baterai
- 30 Sep 2026 23:21 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Kebutuhan energi bagi dunia usaha kini tidak lagi sebatas memperoleh pasokan listrik dengan biaya yang efisien. Stabilitas pasokan dan kemampuan menjaga operasional ketika terjadi gangguan listrik juga menjadi pertimbangan dalam menentukan strategi energi perusahaan.
Kebutuhan tersebut mendorong berkembangnya sistem energi hybrid yang memungkinkan perusahaan mengombinasikan beberapa sumber energi sesuai kebutuhan operasional. Dalam penerapannya, sistem ini dapat mengintegrasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), jaringan listrik PLN, serta Battery Energy Storage System (BESS).
Energi yang dihasilkan panel surya dapat langsung digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik perusahaan. Ketika produksi energi melebihi kebutuhan pada saat tertentu, energi tersebut dapat disimpan dalam baterai dan digunakan kembali ketika dibutuhkan. BESS juga dapat berfungsi sebagai sumber daya cadangan ketika pasokan listrik utama mengalami gangguan.
Pengembangan PLTS yang terintegrasi dengan BESS juga mulai menjadi bagian dari pengembangan sistem energi nasional. Sejumlah proyek PLTS yang dikembangkan PLN, misalnya, telah mencakup integrasi dengan BESS sebagai teknologi penyimpanan energi.
“Kalau sebelumnya solar panel lebih banyak dilihat dari sisi penghematan, sekarang kebutuhan perusahaan mulai berkembang. Mereka juga mempertimbangkan bagaimana sistem energi dapat membantu menjaga operasional ketika pasokan listrik utama terganggu,” ujar Wijaya Rusli, perwakilan Jarwinn Solar Panel
Dalam penerapannya, sistem hybrid ini juga dapat dirancang sebagai alternatif pengganti genset maupun digunakan secara paralel dengan genset, tergantung pada kebutuhan dan karakteristik operasional perusahaan. Jarwinn menyediakan sistem dengan kapasitas mulai dari 5.000 watt hingga 500.000 watt dan kelipatannya, sehingga dapat disesuaikan untuk berbagai skala kebutuhan, mulai dari fasilitas komersial hingga operasional industri. Dengan dukungan BESS, energi dapat disimpan dan digunakan kembali ketika dibutuhkan, termasuk sebagai sumber daya cadangan saat pasokan listrik utama terganggu.
Bagi perusahaan, sistem hybrid memberikan fleksibilitas dalam mengelola sumber energi. Pada saat produksi energi surya mencukupi, kebutuhan listrik dapat dipenuhi dari PLTS. Energi yang tersimpan dalam baterai dapat digunakan ketika dibutuhkan, sementara jaringan PLN tetap menjadi bagian dari sistem untuk menjaga ketersediaan daya.
Menurut Wijaya, kebutuhan setiap perusahaan berbeda sehingga kapasitas PLTS maupun baterai tidak dapat ditentukan dengan pendekatan yang sama.
“Yang perlu dilihat adalah pola konsumsi listrik, kebutuhan beban, kapasitas yang diperlukan, hingga seberapa kritis operasional perusahaan ketika terjadi pemadaman. Dari situ baru dapat dirancang kombinasi PLTS, PLN, dan baterai yang paling sesuai,” kata Wijaya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....