Krisis Pasokan Chip Memori Guncang Pasar Smartphone Global Tahun 2026
- 02 Jun 2026 07:41 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Industri ponsel pintar dunia diprediksi menghadapi tekanan berat sepanjang tahun ini. Lembaga riset pasar Counterpoint Research memperkirakan jumlah pengiriman smartphone secara global bakal menyusut drastis hingga 13,9 persen atau hanya mencapai sekitar 1,08 miliar unit, dipicu semakin parahnya keterbatasan pasokan chip memori.
Dilansir dari Reuters, angka tersebut menunjukkan revisi yang lebih suram dibanding proyeksi sebelumnya pada Februari, ketika penurunan masih diperkirakan berada di angka 12,4 persen. Situasi rantai pasok global dinilai semakin rumit setelah konflik Iran memperbesar gangguan terhadap distribusi komponen teknologi.
Ponsel Harga Terjangkau Jadi Korban Utama
Segmen perangkat dengan harga ekonomis diperkirakan menerima dampak paling berat. Produsen semikonduktor saat ini lebih banyak mengarahkan fasilitas produksinya untuk kebutuhan chip berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), sehingga perangkat murah dinilai makin tidak efisien untuk diproduksi.
Data kuartal pertama menunjukkan harga distribusi smartphone secara global meningkat sekitar 14 persen, sementara jumlah unit yang dikirim turun 3,1 persen dibanding periode sama tahun lalu. Tekanan diperkirakan belum mereda ketika stok lama yang diproduksi sebelum krisis mulai menipis. Bahkan, perangkat dengan banderol di bawah 150 dolar AS berpotensi makin sulit ditemukan di pasar.
“Produsen smartphone di segmen bawah dan menengah terjebak di antara kenaikan biaya yang tidak mampu mereka tanggung dan konsumen yang memiliki daya beli terbatas,” ujar Wang Yang, Analis utama Counterpoint.
“Pertanyaannya kini bukan lagi bagaimana meningkatkan pengiriman atau pangsa pasar, tetapi apakah mereka masih bisa bertahan di pasar atau tidak,” tambahnya.
Menurut Wang, hambatan pada pasokan chip memori telah berkembang menjadi tantangan terbesar yang pernah dialami industri smartphone dari sisi produksi. Upaya menekan dampak melalui perubahan harga maupun modifikasi perangkat disebut belum cukup efektif mengatasi persoalan tersebut.
Ponsel Premium Dinilai Lebih Stabil
Berbeda dengan kategori entry-level, lini smartphone kelas atas dipandang lebih mampu bertahan menghadapi tekanan pasar. Apple tercatat membukukan pendapatan tinggi pada awal tahun, didorong meningkatnya konsumen yang beralih ke seri iPhone 17. Performa pengiriman perangkat Apple sepanjang 2026 diperkirakan cenderung stagnan sebelum kembali tumbuh pada tahun berikutnya.
Ketersediaan chip yang lebih aman serta keuntungan bisnis yang lebih besar membuat Apple dinilai berada pada posisi menguntungkan untuk memperluas pangsa pasar tanpa tekanan besar menaikkan harga jual.
Sementara itu, Samsung Electronics diperkirakan masih mampu menjaga kestabilan dibanding kompetitor lain. Volume distribusi perusahaan itu pada awal tahun tetap terjaga dan sepanjang 2026 diproyeksikan hanya mengalami penurunan terbatas sekitar 4 persen.
Sebaliknya, produsen yang banyak bermain di pasar ponsel murah diperkirakan menerima tekanan jauh lebih besar. Transsion Holdings diprediksi mencatat penurunan pengiriman hingga 32 persen. Sedangkan Xiaomi dan Honor diperkirakan mengalami kontraksi masing-masing sebesar 28 persen dan 20 persen sepanjang tahun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....