Indosat Umumkan Dividen Rp3,57 Triliun Demi Pengembangan Teknologi

  • 06 Mei 2026 14:38 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Jakarta - Indosat Ooredoo Hutchison mengumumkan pembagian dividen sebesar Rp3,57 triliun dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Selasa, 5 Mei 2026 di tengah dorongan perusahaan untuk mempercepat pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) di Indonesia.

Dividen tersebut setara dengan Rp111 per saham dan dijadwalkan dibayarkan paling lambat 30 hari setelah pengumuman resmi risalah rapat, mencerminkan kinerja keuangan yang dinilai tetap solid meski menghadapi tekanan ekonomi global sepanjang 2025.

Direktur Utama Indosat, Vikram Sinha, mengatakan perusahaan kini memasuki fase baru pertumbuhan dengan fokus pada penerapan AI secara luas dalam operasional bisnis.

“Fokus kami adalah mempercepat eksekusi strategi AI secara disiplin untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan sekaligus memberikan nilai bagi pemegang saham,” ujarnya dalam pernyataan resmi.

Transformasi ke AI TechCo

Indosat menyatakan tengah bertransformasi dari perusahaan telekomunikasi konvensional menjadi perusahaan teknologi berbasis AI (AI TechCo). Strategi ini mencakup integrasi AI dalam operasional inti untuk meningkatkan efisiensi, pengalaman pelanggan, serta produktivitas.

Perusahaan juga memperluas bisnis ke sektor komputasi awan, keamanan siber, dan apa yang disebut sebagai “sovereign AI” — sistem kecerdasan buatan yang dikembangkan dan dikelola secara mandiri di dalam negeri.

Sebagai bagian dari langkah tersebut, Indosat menjalin kemitraan dengan NVIDIA yang diumumkan dalam ajang NVIDIA GTC 2026. Kolaborasi ini mencakup pemanfaatan teknologi komputasi akselerasi dan model AI terbuka untuk mendukung pengembangan solusi berbasis AI di Indonesia.

Indosat juga meluncurkan platform “Sahabat-AI”, yang ditujukan untuk memperluas akses pengembangan teknologi AI bagi pengembang, pelaku usaha, dan institusi.

Untuk mendukung strategi tersebut, perusahaan membangun jaringan “AI Grid” terdistribusi yang memanfaatkan infrastruktur telekomunikasi dan pusat data nasional. Langkah ini bertujuan memperluas akses komputasi AI ke berbagai wilayah di Indonesia, termasuk di luar kota-kota besar.

Indosat menyebut pendekatan ini dapat membuka peluang ekonomi baru berbasis teknologi serta mendorong partisipasi yang lebih luas dalam ekosistem digital.

RUPST juga menyetujui perubahan susunan manajemen, termasuk pengangkatan Reski Damayanti, Apoorva Mehrotra, dan Honesti Basyir sebagai anggota direksi, serta Seppalga Ahmad sebagai komisaris.

Manajemen baru diharapkan memperkuat eksekusi strategi perusahaan, khususnya dalam bidang regulasi, transformasi digital, dan ekspansi bisnis berbasis AI.

Di saat yang sama, perusahaan memberhentikan dengan hormat Ahmad Zulfikar dari posisi direktur dan Achmad Syah Reza dari posisi komisaris.

Langkah agresif Indosat dalam mengembangkan AI terjadi di tengah meningkatnya persaingan industri telekomunikasi dan teknologi di kawasan Asia Tenggara. Selain itu, kebutuhan investasi besar untuk infrastruktur digital menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam kondisi ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil.

Namun, perusahaan melihat AI sebagai sumber pertumbuhan jangka panjang yang dapat memperkuat daya saing sekaligus membuka peluang bisnis baru di luar layanan konektivitas tradisional.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....