Kenaikan Harga Minyak Dorong Pelemahan Mata Uang Asia, Rupiah dan Rupee Tertekan ke
- 30 Apr 2026 23:18 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Kenaikan harga minyak yang kembali menembus angka USD120 per barel meningkatkan tekanan terhadap mata uang-mata uang Asia yang paling rentan, dengan rupiah Indonesia, peso Filipina, dan rupee India mencatatkan pelemahan tajam dan diperdagangkan di kisaran level terendah sepanjang masa. Ketiga mata uang tersebut telah mengalami penurunan signifikan sejak awal perang dua bulan lalu, menjadikannya sebagai yang berkinerja terburuk di kawasan Asia.
Hingga Kamis siang (30/4), rupiah dan rupee melemah lebih dari 0,3% terhadap dolar AS, sementara peso Filipina diperdagangkan dalam jarak setengah poin persentase dari level terendahnya. Menurut laporan Bloomberg, pelemahan ini mencerminkan ketergantungan ketiga negara terhadap impor minyak, yang membuat mata uang mereka sangat rentan terhadap fluktuasi harga energi.
Ketiga negara tersebut menghadapi risiko inflasi tinggi yang dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar, serta pelebaran defisit eksternal dan fiskal yang dapat menyulitkan bank sentral dalam menjaga perekonomian tetap bertahan sambil mengendalikan harga. "Bank sentral kemungkinan akan menyesuaikan besaran intervensi mata uang untuk menjaga cadangan devisa," kata Wee Khoon Chong, ahli strategi di BNY, mengomentari langkah-langkah yang diambil untuk meredam dampak krisis energi ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....