IHSG Sepekan Bergerak Sideways, Analis Soroti Saham Energi dan Properti

  • 18 Apr 2026 13:31 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin, 13 April 2026 dibuka di level 7.645,81. Sepanjang sesi perdagangan hari itu, indeks sempat menyentuh titik tertinggi di 7.673,86 sebelum akhirnya bergerak turun ke posisi terendah 7.607,96. Pergerakan ini mencerminkan dinamika pasar yang masih dipengaruhi oleh aksi ambil untung setelah reli sebelumnya, meski secara keseluruhan tren konsolidasi tetap terjaga.

Menutup pekan, pada Jumat, 17 April 2026 IHSG ditutup di level 7.634,00. Angka ini menunjukkan kenaikan tipis sebesar 0,17% dibandingkan hari sebelumnya. Walaupun tidak signifikan, penutupan tersebut menandakan adanya ketahanan pasar di tengah tekanan eksternal, terutama dari fluktuasi harga komoditas dan isu geopolitik global yang masih menjadi perhatian investor.

Faktor utama yang memengaruhi pergerakan indeks sepanjang pekan adalah koreksi harga minyak mentah yang memberi sentimen positif bagi sektor energi. Selain itu, perkembangan perundingan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran turut menahan volatilitas pasar. Di sisi lain, tekanan profit taking tetap terlihat karena IHSG berada di area overbought, sehingga investor cenderung berhati-hati.

Analis menyoroti sejumlah saham yang layak diperhatikan pada perdagangan 17 April 2026. Beberapa di antaranya adalah CDIA (Ciputra Development), AKRA (AKR Corporindo), AMMN (Amman Mineral Internasional), INET (Indonet), dan INDY (Indika Energy). Saham-saham tersebut dinilai memiliki prospek menarik, baik dari sisi fundamental maupun momentum teknis, terutama di sektor properti, energi, dan infrastruktur.

Secara teknikal, IHSG masih bertahan di atas garis MA5 dan jauh di atas MA20, yang menunjukkan tren konsolidasi sehat. Potensi pergerakan sideways diperkirakan berada di kisaran 7.700–7.750 sebelum mencoba menembus MA50 di level 7.719. Kondisi ini memberi ruang bagi investor untuk tetap optimistis, meski tetap waspada terhadap kemungkinan koreksi jangka pendek.

Memasuki pekan berikutnya, IHSG diperkirakan akan melanjutkan pola konsolidasi. Antisipasi terhadap aksi korporasi sejumlah emiten serta stabilisasi harga komoditas menjadi faktor penopang yang dapat menjaga pergerakan indeks. Investor diharapkan mencermati sektor-sektor yang berpotensi tumbuh, khususnya energi dan properti, yang masih mendapat dukungan sentimen positif.

Investor asing tercatat masih melakukan net buy di beberapa saham energi dan infrastruktur, menunjukkan minat yang kuat terhadap sektor-sektor tersebut. Saham berbasis komoditas seperti AMMN dan INDY dipandang memiliki prospek jangka menengah yang solid, seiring dengan tren global yang mendukung harga mineral dan energi. Dengan kondisi ini, fokus pada saham-saham rekomendasi menjadi strategi yang relevan untuk menghadapi dinamika pasar di bulan April 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....