Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Kurma Ramadan

  • 16 Mar 2026 15:04 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah mulai berdampak pada pasokan makanan khas Ramadan di Asia Tenggara, terutama di Indonesia. Sejumlah pedagang di Pasar Tanah Abang, Jakarta, melaporkan berkurangnya pasokan kurma dan kacang-kacangan impor yang biasanya banyak dijual menjelang bulan puasa. Kondisi ini menyebabkan harga sejumlah komoditas Ramadan tersebut mengalami kenaikan di tingkat pasar.

Beberapa jenis kurma impor mengalami kenaikan harga cukup tajam dalam beberapa minggu terakhir. Kurma Bam asal Iran misalnya naik dari sekitar Rp80 ribu menjadi Rp120 ribu per kilogram atau meningkat sekitar 50 persen. Sementara itu, harga pistachio dan almond juga mengalami kenaikan sekitar 30 persen. Kurma Golden Valley yang biasanya dikenal sebagai salah satu jenis kurma dengan harga terjangkau juga meningkat dari sekitar Rp30 ribu menjadi Rp50 ribu per kilogram.

Kenaikan harga tersebut dipicu oleh terganggunya jalur perdagangan dari kawasan Timur Tengah akibat meningkatnya ketegangan geopolitik. Jalur pelayaran penting seperti Selat Hormuz yang menjadi penghubung perdagangan dari kawasan Teluk ke pasar global mengalami gangguan sehingga pengiriman barang menjadi lebih lambat dan mahal. Beberapa kapal kargo terpaksa mengambil rute yang lebih panjang atau mengalami penundaan pengiriman.

Selain gangguan distribusi, kenaikan harga minyak dunia dan meningkatnya biaya asuransi pengiriman turut memperbesar biaya logistik. Kondisi ini berdampak pada meningkatnya harga berbagai komoditas impor dari Timur Tengah, termasuk kurma dan kacang-kacangan yang menjadi produk populer selama Ramadan.

Di Indonesia, kurma memiliki peran penting dalam tradisi berbuka puasa karena mengikuti kebiasaan Nabi Muhammad yang berbuka dengan kurma dan air. Dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, permintaan kurma di Indonesia biasanya meningkat hingga 50 persen selama Ramadan. Meski harga mengalami kenaikan, masyarakat tetap mempertahankan tradisi berbuka dengan kurma, meskipun sebagian mulai mempertimbangkan alternatif seperti buah lokal atau makanan manis lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....