BI Perluas Implementasi QRIS ke India dan Arab

  • 19 Nov 2025 18:07 WIB
  •  Batam

KBRN, Batam: Bank Indonesia (BI) terus memperluas jangkauan pembayaran digital nasional melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) ke tingkat global. Setelah sukses diimplementasikan di Malaysia, Thailand, Singapura, dan Jepang, BI menargetkan perluasan penggunaan QRIS ke India dan Arab Saudi. Selain itu, kerja sama serupa juga tengah difinalisasi dengan Korea Selatan dan Tiongkok.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi Indonesia memperkuat kedaulatan sistem pembayaran dan meningkatkan daya saing dalam transaksi lintas negara, termasuk mengurangi ketergantungan pada jaringan pembayaran yang berbasis dolar AS. Dengan konektivitas QRIS lintas negara, wisatawan asing maupun WNI di luar negeri dapat bertransaksi secara lebih mudah dan efisien menggunakan sistem pembayaran domestik.

Gubernur BI sebelumnya menyampaikan bahwa kerja sama pembayaran berbasis QR lintas negara tidak hanya mendorong efisiensi, tetapi juga mendukung integrasi ekonomi regional dan memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem ekonomi digital global. QRIS juga dinilai semakin strategis karena sejalan dengan agenda Local Currency Transaction (LCT) yang saat ini tengah diperluas oleh BI bersama sejumlah bank sentral di Asia.

Di tingkat nasional, perkembangan QRIS terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. Hingga September 2025, tercatat 10,33 miliar transaksi QRIS terjadi di seluruh Indonesia. Ekosistem ini kini melibatkan 58 juta pengguna serta 41 juta merchant, dengan mayoritas pelaku usaha merupakan UMKM.

Peningkatan adopsi QRIS ini didorong oleh kemudahan penggunaan, biaya transaksi yang rendah, serta integrasi dengan berbagai layanan keuangan digital. Pemerintah dan BI juga terus mendorong digitalisasi UMKM sebagai bagian dari transformasi ekonomi berbasis teknologi.

Perluasan QRIS ke lebih banyak negara diproyeksikan membawa berbagai dampak positif, antara lain:

Kemudahan transaksi wisatawan antarnegara, khususnya bagi Indonesia sebagai salah satu destinasi wisata utama di Asia Tenggara.

Efisiensi biaya transaksi internasional, karena pembayaran dapat dilakukan langsung dengan konversi mata uang otomatis.

Penguatan kerja sama ekonomi, terutama dengan negara-negara mitra dagang utama dan kawasan strategis.

Peningkatan daya saing UMKM, karena pelaku usaha kecil kini memiliki akses terhadap sistem pembayaran yang setara dengan standar global.

Dengan perkembangan ini, QRIS tidak hanya menjadi simbol transformasi digital Indonesia, tetapi juga instrumen yang memperluas jangkauan ekonomi nasional ke pasar internasional.

Perluasan konektivitas pembayaran lintas negara melalui QRIS menjadi bukti bahwa Indonesia semakin siap memasuki era ekonomi digital global dengan sistem pembayaran yang lebih efisien, aman, dan berdaya saing tinggi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....