Perluas Dukungan Pekerja di Tengah Ketidakpastian Tarif AS
- 10 Jul 2025 22:30 WIB
- Batam
KBRN, Batam: Pemerintah Singapura melalui Singapore Economic Resilience Taskforce (SERT) mengumumkan peluncuran Business Adaptation Grant, sebuah program bantuan baru bagi perusahaan untuk beradaptasi dengan ketidakpastian tarif perdagangan global. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap perubahan kebijakan tarif oleh Amerika Serikat yang mempengaruhi berbagai negara di Asia Tenggara, termasuk mitra dagang utama Singapura.
Dana yang akan diluncurkan pada Oktober 2025 ini menawarkan bantuan hingga 100.000 dolar Singapura per perusahaan dan mengharuskan kontribusi pendanaan bersama dari penerima. Skema ini dirancang untuk memberikan dukungan berbeda berdasarkan skala usaha, dengan porsi dukungan lebih besar bagi usaha kecil dan menengah (UKM), mengingat kontribusi mereka yang signifikan terhadap lapangan kerja nasional.
Fokus pendanaan mencakup dua kategori besar perusahaan: mereka yang berorientasi ekspor dan beroperasi di pasar luar negeri, serta perusahaan manufaktur baik di dalam maupun luar negeri. Biaya yang dapat dibantu meliputi layanan konsultasi perdagangan, kepatuhan hukum, diversifikasi pasar, hingga penyesuaian logistik dan manajemen rantai pasok. Langkah ini diharapkan dapat membantu perusahaan tetap kompetitif di tengah tekanan global yang meningkat.
Selain mendukung dunia usaha, SERT juga memperluas inisiatif untuk membantu angkatan kerja menghadapi tantangan baru. Pemerintah mencatat bahwa lulusan baru menghadapi tantangan kesenjangan keterampilan, kurangnya pengalaman kerja, dan ketidakpastian prospek pekerjaan. Untuk itu, berbagai program pelatihan teknis dan pengembangan keterampilan lunak telah ditingkatkan, terutama pada sektor-sektor berkembang seperti teknologi, keberlanjutan, dan layanan publik.
Di sisi pasar kerja, data terbaru menunjukkan peningkatan tingkat penyerapan lulusan dan pertumbuhan lowongan kerja. Hingga Maret 2025, terdapat lebih dari 81.000 lowongan pekerjaan nasional, dengan 1,64 lowongan tersedia untuk setiap pencari kerja. Mayoritas lowongan ini berada di sektor-sektor yang tengah berkembang, seperti teknologi informasi, layanan kesehatan, dan teknik. Pemerintah juga mencatat peningkatan niat perusahaan untuk menaikkan upah dalam beberapa bulan mendatang.
Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan, pemerintah juga memperkenalkan dukungan sementara untuk pelatihan dasar bagi profesional sumber daya manusia serta memperluas layanan bimbingan karier melalui lembaga ketenagakerjaan nasional. Inisiatif-inisiatif ini memperkuat posisi Singapura dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional, memperluas peluang kerja bagi warganya, dan memastikan daya saing perusahaan lokal di tengah dinamika perdagangan global yang semakin kompleks.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....