Pabrik Solder Ramah Lingkungan Resmi Beroperasi di Batam

  • 10 Jul 2025 22:05 WIB
  •  Batam

KBRN, Batam: Komandan Lanud Hang Nadim, Letkol Pnb Hendro Sukamdani, M.Tr.Opsla., secara resmi menyambut kedatangan Staf Khusus Presiden, Hashim S. Djojohadikusumo, serta Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Republik Indonesia, Todotua Pasaribu, di Apron Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, Kamis (10/7/2025).

Kunjungan keduanya ke Batam dilakukan dalam rangka menghadiri peresmian pabrik solder ramah lingkungan pertama di Indonesia milik PT Solder Tin Andalan Indonesia (STANIA), anak perusahaan dari Arsari Tambang Group. Pabrik yang berlokasi di kawasan industri Tunas Prima, Batam, ini diharapkan menjadi motor penggerak baru dalam ekosistem hilirisasi mineral nasional.

Dalam sambutannya, Hashim Djojohadikusumo menyatakan bahwa pendirian pabrik ini menjadi bukti konkret bahwa Indonesia mampu bersaing di panggung industri hilirisasi global. “Ini adalah langkah maju dalam mengurangi ketergantungan pada bahan mentah. Kita tidak hanya ingin mengekspor bahan baku, tapi juga produk akhir yang bernilai tambah tinggi dan berdaya saing di pasar internasional,” ujarnya.

Hashim juga menambahkan bahwa teknologi yang digunakan di pabrik STANIA telah memenuhi standar lingkungan global, menjadikannya pionir dalam produksi solder ramah lingkungan di Asia Tenggara.

Sementara itu, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi RI, Todotua Pasaribu, menegaskan bahwa kehadiran pabrik ini merupakan perwujudan nyata dari sinergi antara pemerintah dan dunia usaha dalam mendukung agenda hilirisasi nasional. “Hilirisasi bukan lagi sekadar jargon politik, melainkan strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional melalui industrialisasi berbasis sumber daya lokal,” jelasnya.

Pabrik STANIA disebut-sebut akan memproduksi solder berbasis timah yang digunakan dalam berbagai sektor, mulai dari elektronik, otomotif, hingga manufaktur alat kesehatan. Dengan kapasitas produksi awal mencapai ribuan ton per tahun, pabrik ini diperkirakan akan menyerap ratusan tenaga kerja lokal dan mendukung rantai pasok industri dalam negeri.

Menurut data Kementerian Investasi, hilirisasi sektor tambang menjadi salah satu prioritas nasional yang ditargetkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 6 persen per tahun. Dalam lima tahun terakhir, hilirisasi berhasil meningkatkan nilai ekspor Indonesia di sektor logam dasar dan turunannya secara signifikan.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau juga menyambut baik kehadiran STANIA di Batam, yang dinilai akan memperkuat posisi Batam sebagai pusat pertumbuhan industri strategis. Gubernur Kepri melalui perwakilannya menyampaikan bahwa ke depan, akan ada fasilitasi dan insentif khusus bagi perusahaan-perusahaan yang mengadopsi prinsip industri hijau.

“Investasi berbasis lingkungan seperti ini sangat sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan yang tengah kami dorong di Kepri,” ujar salah satu pejabat Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kepri.

Arsari Tambang merupakan bagian dari grup usaha yang dimiliki oleh Hashim Djojohadikusumo, dengan portofolio yang mencakup pertambangan, agribisnis, dan energi terbarukan. STANIA sebagai anak usaha di sektor hilirisasi logam, ditargetkan menjadi pemimpin pasar dalam produk solder berkualitas ekspor di Asia-Pasifik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....