Baidu Luncurkan Pembaruan AI di Tengah Penurunan Pasar

  • 03 Jul 2025 20:57 WIB
  •  Batam

KBRN, Batam: Raksasa teknologi China, Baidu, resmi meluncurkan pembaruan terbesar untuk mesin pencarinya dalam beberapa tahun terakhir. Inovasi ini mengandalkan kecerdasan buatan (AI) untuk memberikan jawaban yang lebih akurat dan relevan, di tengah persaingan yang semakin ketat dengan platform seperti Douyin, Xiaohongshu, dan WeChat. Dengan peningkatan ini, Baidu berharap dapat mengubah kembali wajah pencarian daring di Tiongkok.

Pembaruan ini mencakup kotak pencarian yang lebih besar dan cerdas, memungkinkan pengguna mengetik pertanyaan panjang hingga lebih dari 1.000 kata dalam bahasa alami. Tidak lagi hanya bergantung pada kata kunci, pengguna kini dapat mengajukan pertanyaan kompleks dengan banyak bagian, dan menerima hasil berupa konten yang disusun lebih sistematis—mulai dari grafik, video, hingga analisis mendalam.

Baidu juga memperkenalkan kemampuan baru untuk mengantisipasi kebutuhan pengguna. Misalnya, pencarian terkait “PDB Beijing” kini tidak hanya menampilkan angka, tetapi juga grafik tren tahunan dan interpretasi oleh pembuat konten. Fitur ini mencerminkan ambisi Baidu untuk bertransformasi dari mesin pencari tradisional menjadi asisten AI yang responsif dan interaktif.

Meski begitu, Baidu masih menghadapi tantangan besar dalam mengembalikan dominasinya di pasar. Pangsa pasarnya diperkirakan turun menjadi sekitar 50–55% pada 2023, dibandingkan 65% pada 2020. Upaya monetisasi fitur AI juga masih dalam tahap awal, sementara iklan online dari bisnis inti pencarian tetap menjadi sumber utama pendapatan perusahaan.

Ke depan, Baidu akan diuji pada kemampuannya untuk menyeimbangkan antara peningkatan pengalaman pengguna dan strategi komersialisasi. Dengan banyak pesaing global dan lokal juga berlomba mengintegrasikan AI ke dalam sistem pencarian mereka, keberhasilan Baidu dalam era pencarian berbasis jawaban langsung akan menentukan posisinya di lanskap digital China yang kian kompetitif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....