Klaim Bansos Peserta Uji Vaksin TBC Salah
- 01 Jun 2025 12:32 WIB
- Batam
KBRN, Batam : Akun Facebook “Irvan Budiyanto” pada Rabu (7/5/2025) membagikan foto tangkapan layar unggahan berjudul “Bill Gates Akan Uji Coba Vaksin TBC Buatannya di Indonesia.” Unggahan itu disertai narasi, “Bansos senilai Rp. 150k untuk yang mau ikut vaksin.”
Hingga Selasa (27/5/2025), konten tersebut sudah mendapatkan 377 respon dan tanda suka, 97 komentar, serta dibagikan ulang sebanyak 38 kali. Namun, klaim soal bantuan sosial (bansos) tersebut perlu diklarifikasi kebenarannya.
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri konteks asli dari tangkapan layar tersebut dengan pencarian menggunakan kata kunci “Indonesia tempat uji coba vaksin TBC.” Hasil pencarian mengarah pada artikel tempo.co berjudul “Bill Gates Akan Uji Coba Vaksin TBC Buatannya di Indonesia” yang tayang pada Rabu (7/5/2025).
Dalam artikel itu, tidak ada pembahasan mengenai pemberian bantuan sosial bagi peserta uji coba vaksin TBC. Narasi bansos Rp150 ribu yang beredar tidak ditemukan sumber resmi maupun pernyataan dari pihak terkait.
TurnBackHoax juga menelusuri laman resmi Kementerian Sosial (kemensos.go.id) dan Kementerian Kesehatan (kemkes.go.id) melalui mesin pencarian Google. Tidak ada informasi kredibel mengenai bantuan sosial untuk peserta uji coba vaksin TBC.
Lebih jauh, TurnBackHoax menemukan artikel bbc.com berjudul “Uji vaksin TBC disponsori Bill Gates – Apakah warga Indonesia jadi ‘kelinci percobaan’?” yang terbit Senin (12/5/2025). Artikel ini menjelaskan uji klinis tahap ketiga vaksin TBC M72 sudah berjalan sejak September 2024 dan perekrutan peserta selesai 16 April 2025.
Sekitar 2.095 peserta telah menerima suntikan vaksin dalam uji klinis tersebut. Namun, tidak ada laporan resmi tentang adanya insentif atau bantuan sosial yang diberikan untuk mengikuti uji coba ini.
Dilansir dari turnbackhoax.id, klaim “ada bansos untuk peserta uji coba vaksin TBC Bill Gates” dikategorikan sebagai konten menyesatkan (misleading content). Masyarakat diimbau untuk mengecek sumber informasi sebelum menyebarkan berita tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....