Tanda-Tanda yang Sering Tidak Disadari pada Rekan Kerja Toxic

  • 31 Agt 2026 07:17 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Lingkungan kerja seharusnya menjadi tempat bagi seseorang untuk berkembang, belajar, dan bekerja sama dengan orang lain. Namun, tidak semua lingkungan kerja memberikan pengalaman yang positif. Salah satu hal yang dapat membuat suasana kerja menjadi tidak nyaman adalah keberadaan rekan kerja yang toxic.

Rekan kerja toxic tidak selalu terlihat kasar atau terang-terangan bermusuhan. Dalam banyak kasus, perilakunya justru muncul secara perlahan dan sulit dikenali.

Salah satu tandanya adalah kebiasaan menjatuhkan orang lain. Rekan kerja seperti ini mungkin sering meremehkan ide, mengkritik hasil pekerjaan secara berlebihan, atau membuat komentar yang membuat orang lain merasa tidak kompeten. Kritik sebenarnya merupakan bagian dari pekerjaan, tetapi kritik yang bertujuan mempermalukan atau menjatuhkan tentu berbeda.

Tanda lainnya adalah suka mengambil kredit atas pekerjaan orang lain. Misalnya, sebuah proyek dikerjakan bersama, tetapi ketika mendapatkan pujian dari atasan, ia seolah-olah menjadi satu-satunya orang yang mengerjakan proyek tersebut. Sebaliknya, ketika terjadi kesalahan, ia cepat mencari orang lain untuk dijadikan kambing hitam.

Rekan kerja toxic juga sering membawa drama ke lingkungan kantor. Masalah pribadi, gosip, konflik antarpegawai, hingga pembicaraan negatif tentang atasan dapat terus-menerus menjadi bahan pembicaraan. Jika terlalu sering terlibat dalam situasi seperti ini, energi dan fokus kerja bisa ikut terkuras.

Perilaku manipulatif juga patut diperhatikan. Contohnya adalah membuat seseorang merasa bersalah ketika menolak permintaan, memutarbalikkan fakta, atau sengaja menyembunyikan informasi penting agar orang lain mengalami kesulitan dalam menyelesaikan pekerjaan.

Menghadapi rekan kerja toxic bukan berarti harus langsung berkonflik. Langkah pertama adalah mengenali perilakunya dan menjaga batasan profesional. Fokuslah pada pekerjaan, hindari terlibat dalam gosip, simpan komunikasi penting secara tertulis, dan jangan mudah terpancing secara emosional.

Pada akhirnya, kita tidak selalu bisa memilih siapa yang menjadi rekan kerja. Namun, kita masih bisa memilih bagaimana merespons perilaku mereka. Mengenali tanda-tanda toxic sejak awal dapat membantu kita melindungi kesehatan mental, profesionalitas, dan kualitas pekerjaan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....