Mengapa Semakin Dewasa, Waktu Terasa Singkat?

  • 27 Agt 2026 12:09 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Pernah merasa waktu berjalan semakin cepat seiring bertambahnya usia? Saat masih kecil, satu hari terasa begitu panjang dan menunggu liburan seperti tidak ada habisnya. Namun, ketika dewasa, minggu, bulan, bahkan satu tahun seolah berlalu begitu saja. Fenomena ini cukup umum dirasakan dan berkaitan dengan cara otak memproses pengalaman, rutinitas, serta ingatan terhadap berbagai peristiwa yang kita jalani.

Salah satu penjelasan yang sering dibahas adalah perbandingan antara usia dan pengalaman hidup. Bagi anak-anak, satu tahun merupakan bagian yang cukup besar dari keseluruhan hidup mereka. Ketika seseorang berusia 10 tahun, satu tahun setara dengan sekitar 10 persen dari kehidupannya. Sementara bagi orang berusia 40 tahun, satu tahun hanya sekitar 2,5 persen. Perbedaan proporsi tersebut dapat membuat periode waktu yang sama terasa berbeda secara subjektif.

Rutinitas juga dapat memengaruhi persepsi terhadap berjalannya waktu. Saat masih kecil, banyak pengalaman terasa baru sehingga otak menerima berbagai informasi dan membentuk banyak kenangan baru. Sebaliknya, kehidupan orang dewasa sering dipenuhi aktivitas yang berulang, seperti bekerja, bepergian, mengurus rumah, dan menjalankan rutinitas harian. Ketika hari-hari terasa mirip satu sama lain, kita mungkin memiliki lebih sedikit momen yang menonjol untuk dikenang sehingga periode tersebut terasa berlalu dengan cepat ketika melihatnya kembali.

Hal ini berkaitan dengan bagaimana kita mengingat suatu periode, bukan berarti waktu secara fisik benar-benar berjalan lebih cepat. Ketika melihat kembali masa yang dipenuhi pengalaman baru, kita biasanya memiliki banyak titik kenangan yang terasa berbeda. Sebaliknya, periode yang monoton dapat terasa singkat dalam ingatan karena hanya meninggalkan sedikit peristiwa yang benar-benar menonjol. Karena itu, sebuah liburan yang penuh pengalaman baru bisa terasa panjang ketika dikenang, meskipun berlangsung hanya beberapa hari.

Meski demikian, persepsi terhadap waktu tidak selalu sama bagi setiap orang dan dapat dipengaruhi kondisi serta pengalaman masing-masing. Salah satu cara agar kehidupan sehari-hari terasa lebih bermakna adalah memberikan ruang untuk mencoba hal baru, menikmati momen bersama orang terdekat, atau sesekali mengubah rutinitas. Bukan untuk memperlambat waktu secara harfiah, tetapi agar kita memiliki lebih banyak pengalaman yang layak dikenang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....