Cara Membersihkan Mobil dan Motor dari Abu Vulkanik
- 08 Sep 2026 09:28 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Erupsi Gunung Anak Krakatau pada awal September 2026 menyebabkan abu vulkanik menyebar ke sejumlah wilayah. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga membuat kendaraan yang berada di luar ruangan berisiko tertutup abu vulkanik.
Bagi pemilik mobil maupun sepeda motor, membersihkan kendaraan setelah terkena abu vulkanik perlu dilakukan dengan cara yang tepat. Pasalnya, abu vulkanik bukan sekadar debu biasa. Material ini dapat mengandung partikel batuan dan silika yang bersifat abrasif sehingga berpotensi menggores cat maupun kaca kendaraan jika dibersihkan dengan cara yang keliru.
Agar kendaraan tetap terawat dan terhindar dari goresan, berikut lima cara aman yang bisa dilakukan:
1. Jangan Langsung Mengelap Kendaraan
Ketika bodi kendaraan masih dipenuhi abu vulkanik, hindari langsung membersihkannya menggunakan kain kering, kemoceng, atau tangan.
Gesekan secara langsung dapat membuat partikel-partikel halus yang bersifat abrasif bergerak di atas permukaan cat. Kondisi tersebut berisiko menimbulkan goresan halus atau bekas swirl pada bodi kendaraan.
Langkah pertama yang sebaiknya dilakukan adalah membilas kendaraan menggunakan air untuk meluruhkan abu sebanyak mungkin sebelum menyentuh permukaannya.
2. Bilas Menggunakan Air dari Bagian Atas
Setelah itu, lakukan pembilasan dengan air bersih. Mulailah dari bagian paling atas kendaraan, seperti atap atau bagian tertinggi, kemudian lanjutkan ke kaca, kap mesin, bodi, hingga bagian bawah dan roda.
Cara ini membantu membawa abu turun mengikuti aliran air sehingga partikel tidak perlu digosok secara langsung dari permukaan kendaraan. Dengan begitu, risiko terjadinya goresan dapat diminimalkan.
3. Gunakan Sampo Khusus Kendaraan
Jika sebagian besar abu sudah terbilas, proses berikutnya adalah mencuci kendaraan menggunakan sampo khusus mobil atau motor. Produk dengan pH netral dapat menjadi pilihan agar proses pencucian tetap aman bagi permukaan kendaraan.
Gunakan spons atau kain mikrofiber yang bersih dan lembut. Hindari memberikan tekanan berlebihan ketika mencuci karena masih mungkin terdapat partikel abu yang tertinggal di permukaan.
Bila menggunakan metode dua ember, media pencuci juga perlu dibilas secara berkala. Tujuannya agar partikel abrasif yang sudah terangkat tidak kembali menempel pada spons atau kain dan kemudian menggores bodi kendaraan.
4. Jangan Menggunakan Wiper Saat Kaca Masih Berabu
Bagian kaca depan juga membutuhkan perhatian khusus. Jangan langsung mengaktifkan wiper ketika permukaan kaca masih tertutup abu vulkanik.
Partikel halus yang berada di antara karet wiper dan kaca dapat bergesekan saat wiper bergerak. Jika dilakukan berulang kali, kondisi tersebut berpotensi meninggalkan goresan pada kaca.
Sebaiknya, siram terlebih dahulu kaca dengan air hingga abu benar-benar terangkat. Setelah permukaan kaca bersih, wiper baru dapat digunakan bila memang diperlukan.
5. Periksa Filter Udara dan Komponen Kendaraan
Membersihkan bagian luar kendaraan saja belum tentu cukup. Abu vulkanik yang berukuran sangat halus dapat masuk ke sejumlah bagian kendaraan, terutama jika mobil atau motor sempat digunakan ketika kondisi udara dipenuhi abu.
Karena itu, periksa filter udara mesin dan filter kabin, khususnya apabila kendaraan terpapar abu dalam jumlah cukup banyak. Komponen rem seperti cakram dan kaliper juga sebaiknya diperiksa dan dibersihkan.
Apabila setelah terkena abu vulkanik kendaraan mengalami perubahan performa, muncul suara rem yang tidak biasa, atau mesin terasa bermasalah, sebaiknya kendaraan segera diperiksa di bengkel untuk memastikan kondisinya tetap aman.
Abu vulkanik memang dapat meninggalkan kotoran yang cukup sulit dibersihkan. Namun, dengan proses yang tepat dan tidak terburu-buru, pemilik kendaraan dapat mengurangi risiko kerusakan pada cat, kaca, maupun komponen lainnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....