Tak Sekadar “Otak Udang”, ternyata Udang Mampu Belajar
- 01 Sep 2026 13:55 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam -Ungkapan otak udang selama ini kerap digunakan untuk menyebut seseorang yang dianggap bodoh. Namun, secara biologis, istilah tersebut tidak tepat jika digunakan untuk menggambarkan kemampuan udang. Hewan krustasea ini ternyata memiliki pusat saraf dan sistem sensorik yang memungkinkan mereka menerima informasi, mengolah rangsangan, serta merespons kondisi lingkungan.
Secara anatomi, udang memiliki ganglion serebral atau ganglion supraesofageal yang berada di bagian anterior tubuh, dekat mata dan pangkal antena serta di atas esofagus. Struktur ini berfungsi sebagai salah satu pusat pemrosesan informasi dalam sistem saraf udang dan terhubung dengan pusat-pusat saraf lain di sepanjang tubuh.
Sistem saraf udang juga tidak hanya berada di bagian kepala. Udang memiliki ganglion subesofageal dan tali saraf ventral yang dilengkapi ganglion segmental. Jaringan tersebut membantu mengatur berbagai fungsi tubuh sehingga sistem saraf udang bekerja sebagai jaringan yang saling terhubung.
Udang juga memiliki berbagai organ sensorik untuk menerima informasi dari lingkungan. Mata memberikan informasi visual, sementara antenula dan antena berperan dalam menerima rangsangan kimia, mekanik, sentuhan, gerakan, hingga posisi tubuh. Informasi tersebut membantu udang menentukan arah, mencari makanan, bergerak, merespons rangsangan, serta menghindari ancaman.
Menariknya, pada kelompok krustasea juga ditemukan bukti mengenai pembiasaan, pembelajaran dan memori dalam konteks perilaku tertentu. Namun, kemampuan tersebut tidak berarti udang memiliki kecerdasan seperti manusia. Pada udang penaeid, termasuk Penaeus vannamei, bukti mengenai pembelajaran asosiatif yang lebih kompleks masih terbatas.
Karena itu, ukuran pusat saraf yang kecil tidak dapat dijadikan ukuran sederhana untuk menentukan kemampuan suatu hewan. Sistem saraf berkembang sesuai kebutuhan biologis masing-masing spesies. Pada udang, struktur saraf yang relatif sederhana sudah cukup untuk mendukung berbagai aktivitas penting, mulai dari mencari makanan hingga menghindari bahaya dan bereproduksi.
Pemahaman tersebut sekaligus menunjukkan bahwa ungkapan otak udang lebih merupakan ejekan dalam bahasa sehari-hari daripada fakta ilmiah. Udang memang memiliki pusat saraf berukuran kecil, tetapi tetap memiliki sistem saraf yang berfungsi dan terorganisasi untuk menerima informasi serta menghasilkan respons terhadap lingkungan.
Dengan demikian, ada satu hal yang menarik untuk dipahami: kecil tidak berarti tidak berfungsi, dan sederhana tidak berarti bodoh. Di balik tubuh kecil seekor udang terdapat sistem saraf yang memungkinkan hewan tersebut menjalani kehidupannya secara efektif sesuai dengan kebutuhan biologisnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....