[Hoaks] Vaksin Hepatitis B Berbahaya dan Sebabkan Kematian Bayi
- 30 Agt 2026 11:34 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Akun Facebook “Nurse Insight” mengunggah video yang menampilkan sosok Dokter Siti Fadilah Supari Dengan narasi: “Penjelasan mantan menkes dokter Siti Fadilah Supari tentang vaksin hepatitis b pada bayi baru lahir”.
Dilansir dari akun sosial media Instagram @turnbackhoax.id, Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) memasukkan kata kunci “data baru mengenai vaksinasi Hepatitis B menyebabkan kematian pada bayi” ke mesin pencarian Google. Hasilnya, tidak ditemukan informasi valid atau pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim.
TurnBackHoax kemudian menelusuri laman worldautismorganisation.com (WAO) yang merupakan organisasi dunia yang aktif menangani kasus hepatitis B secara global melalui penyusunan pedoman medis, penetapan target eliminasi, serta pemberian rekomendasi pencegahan dan pengobatan
Penelusuran dilanjutkan dengan memasukkan kata kunci “vaksin hepatitis B berbahaya dan sebabkan kematian bayi” ke mesin pencarian Google. Hasil penelusuran mengarah ke ke artikel di laman Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP), yakni berjudul “ACIP merekomendasikan pengambilan keputusan berdasarkan individu untuk vaksin hepatitis B bagi bayi yang lahir dari wanita yang hasil tes virusnya negatif.” yang tayang pada Jumat (5/12/2025). Artinya, orang tua bersama tenaga kesehatan dapat mempertimbangkan manfaat dan resiko vaksin sebelum menentukan apakah dosis Hepatitis B diberikan saat lahir atau dimulai kemudian.
Dari keputusan tersebut, tidak berarti ACIP menyatakan vaksin Hepatitis B berbahaya atau menyebabkan kematian. CDC kemudian mengadopsi rekomendasi tersebut pada 16 Desember 2025. Untuk bayi yang lahir dari ibu dengan hasil tes Hepatitis B positif atau status yang tidak diketahui, CDC tetap merekomendasikan pemberian vaksin Hepatitis B dalam waktu 12 jam setelah lahir. Secara global, data kesehatan resmi tetap mengonfirmasi bahwa vaksin Hepatitis B aman, efektif, dan krusial untuk menyelamatkan nyawa anak dari infeksi hati jangka panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....