Mengapa Tekstur Soft dan Hard Ice Cream Berbeda?
- 18 Agt 2026 14:14 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam –Soft ice cream dan hard ice cream sama-sama merupakan produk es krim, tetapi keduanya memiliki tekstur yang berbeda. Soft ice cream cenderung lebih lembut dan mudah meleleh, sedangkan hard ice cream memiliki tekstur lebih padat dan membutuhkan waktu lebih lama untuk melunak. Perbedaan tersebut tidak semata-mata disebabkan oleh bahan yang digunakan, tetapi juga berkaitan erat dengan proses pengolahan dan penyimpanannya.
Secara umum, bahan dasar kedua jenis es krim relatif serupa, yakni terdiri atas air, komponen susu, gula, lemak, serta bahan penstabil dan pengemulsi. Komposisi bahan tersebut memengaruhi karakteristik dan struktur es krim. Namun, cara adonan dibekukan, jumlah udara yang masuk selama proses pembekuan, serta perlakuan setelah pembekuan turut menentukan tekstur akhir produk.
Dalam proses pembuatan es krim, adonan tidak hanya mengalami pembekuan, tetapi juga aerasi atau penambahan udara. Pengadukan selama proses pembekuan membantu membentuk kristal es berukuran kecil sekaligus mendistribusikan udara ke dalam adonan. Jumlah udara yang masuk atau dikenal sebagai overrun dapat memengaruhi tingkat kepadatan dan kelembutan es krim.
Pada soft ice cream, produk umumnya langsung disajikan setelah melalui proses pembekuan dan aerasi di dalam mesin. Es krim ini tidak melewati proses hardening atau pengerasan pada suhu yang sangat rendah dalam waktu tertentu. Karena itu, teksturnya tetap relatif lunak dan mudah dibentuk ketika dikeluarkan dari mesin.
Sementara itu, hard ice cream yang umumnya dijual dalam kemasan harus melalui tahapan tambahan setelah pembekuan awal. Produk kemudian menjalani proses hardening, yakni pengerasan pada suhu yang jauh lebih rendah, umumnya sekitar minus 30 hingga minus 40 derajat Celsius. Setelah mencapai kondisi beku, produk disimpan pada suhu sekitar minus 18 derajat Celsius atau lebih rendah untuk mempertahankan kestabilannya.
Dengan demikian, perbedaan soft ice cream dan hard ice cream merupakan hasil interaksi antara formulasi dan teknologi pengolahan. Pembekuan sambil diaduk, aerasi, overrun, proses hardening, serta suhu saat produk disajikan maupun disimpan menjadi faktor penting yang menentukan tekstur es krim. Karena itu, es krim yang langsung keluar dari mesin gerai memang dirancang untuk memiliki karakteristik berbeda dari es krim kemasan yang harus bertahan dalam penyimpanan beku.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....