Kenali Perbedaan Nasi Pera dan Pulen
- 08 Agt 2026 07:49 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam –Masyarakat Indonesia mengenal beragam tekstur nasi, mulai dari pera, pulen, hingga sangat lengket. Perbedaan tersebut sering kali memunculkan anggapan keliru, bahkan dikaitkan dengan isu beras plastik. Padahal, secara ilmiah, tekstur nasi ditentukan oleh komposisi pati dalam beras, terutama kandungan amilosa dan amilopektin.
Dalam edukasi yang dibagikan pakar teknologi pangan Elvira Syamsir melalui media sosial, dijelaskan bahwa beras dengan kandungan amilosa tinggi akan menghasilkan nasi yang cenderung pera. Butiran nasinya terpisah, lebih kering, dan tidak mudah lengket. Sebaliknya, beras dengan kandungan amilopektin lebih tinggi akan menghasilkan nasi yang pulen, bertekstur lembut, serta butirannya mudah saling menempel.
Di Indonesia, nasi pera banyak dijumpai pada kuliner Minangkabau, seperti yang disajikan di rumah makan Padang. Teksturnya yang tidak lengket membuat nasi lebih cocok dipadukan dengan aneka lauk bersantan maupun berkuah. Karakter serupa juga ditemukan pada beras basmati yang umum digunakan dalam hidangan khas India, Pakistan, dan Timur Tengah, seperti nasi biryani, nasi mandi, dan nasi kabsa.
Sementara itu, nasi pulen menjadi jenis yang paling banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Teksturnya yang lembut dan sedikit lengket membuatnya nyaman disantap bersama berbagai jenis lauk. Karakter tersebut juga sesuai dengan budaya makan di Jepang yang menggunakan sumpit, sehingga nasi lebih mudah diangkat dan bahkan dapat dibentuk menjadi onigiri.
Secara ilmiah, lebih dari 98 persen pati dalam beras tersusun atas dua komponen utama, yaitu amilosa dan amilopektin. Semakin tinggi kadar amilosa, tekstur nasi akan semakin pera. Sebaliknya, semakin tinggi kadar amilopektin, nasi akan semakin pulen. Selama proses memasak, granula pati menyerap air (gelatinisasi), sebagian amilosa keluar dari granula, kemudian mengalami penyusunan ulang atau retrogradasi. Proses inilah yang turut memengaruhi tekstur akhir nasi setelah matang.
Edukasi tersebut juga meluruskan informasi yang kerap beredar mengenai beras plastik. Nasi yang tidak lengket di tangan atau dapat dibentuk menjadi bola bukan merupakan bukti adanya beras plastik. Tekstur tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti varietas beras, perbandingan amilosa dan amilopektin, kadar air, serta teknik memasak. Hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan adanya peredaran beras plastik sebagai pangan di pasaran.
Memahami perbedaan nasi pera dan pulen tidak hanya membantu masyarakat memilih jenis nasi sesuai selera, tetapi juga mendorong pemahaman yang lebih baik mengenai ilmu pangan sehingga tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak berdasar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....