Warna Ubi Jalar ternyata Menyimpan Kandungan Gizi Berbeda Setiap Varietas

  • 28 Jul 2026 15:59 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam – Ubi jalar hadir dalam beragam warna, mulai dari putih, kuning, oranye hingga ungu. Perbedaan warna tersebut bukan sekadar membuat tampilannya lebih menarik, melainkan mencerminkan keberadaan pigmen alami yang berbeda pada setiap varietas.

Pigmen alami merupakan senyawa yang memberikan warna khas pada daging ubi. Jenis dan jumlah pigmen yang terkandung di dalamnya menentukan apakah ubi akan tampak putih, kuning, oranye, atau ungu. Semakin tinggi kandungan pigmennya, warna ubi umumnya terlihat semakin pekat.

Pada ubi jalar oranye, warna cerah berasal dari kelompok pigmen karotenoid, terutama beta-karoten. Senyawa ini dikenal sebagai prekursor vitamin A karena dapat diubah tubuh menjadi vitamin A yang berperan penting dalam menjaga kesehatan mata, sistem kekebalan tubuh, dan pertumbuhan sel.

Secara umum, semakin pekat warna oranye pada ubi, semakin tinggi pula kandungan beta-karotennya. Karena itu, ubi jalar oranye kerap menjadi salah satu sumber pangan nabati yang kaya provitamin A.

Sementara itu, ubi jalar ungu memperoleh warna khasnya dari pigmen antosianin. Senyawa ini juga ditemukan pada berbagai buah dan sayuran berwarna merah, biru, maupun ungu, seperti anggur, blueberry, dan kubis ungu.

Antosianin dikenal memiliki aktivitas antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Meski demikian, manfaat kesehatan suatu pangan tidak hanya ditentukan oleh satu jenis senyawa, tetapi juga pola konsumsi secara keseluruhan.

Berbeda dengan ubi oranye dan ungu, ubi jalar putih memiliki kandungan pigmen yang relatif lebih rendah sehingga warna dagingnya tampak lebih pucat. Adapun ubi kuning juga mengandung karotenoid, namun kadar beta-karotennya umumnya tidak setinggi ubi jalar oranye.

Meski memiliki warna berbeda, seluruh jenis ubi jalar tetap mengandung berbagai zat gizi penting. Ubi jalar merupakan sumber karbohidrat kompleks berupa pati yang menjadi sumber energi, sekaligus mengandung serat pangan yang berperan menjaga kesehatan saluran pencernaan.

Selain itu, ubi jalar juga mengandung oligosakarida yang dapat menjadi sumber makanan bagi bakteri baik di dalam usus, serta berbagai vitamin dan mineral yang mendukung fungsi tubuh.

Para ahli menegaskan bahwa warna ubi jalar tidak menunjukkan bahwa satu jenis selalu lebih baik dibandingkan jenis lainnya. Setiap warna memiliki karakteristik dan keunggulan masing-masing sesuai dengan kandungan pigmen bioaktif yang dimiliki.

Karena itu, mengonsumsi berbagai jenis ubi jalar dengan warna yang berbeda dapat menjadi pilihan untuk memperoleh keragaman senyawa gizi alami dalam pola makan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....