Mengapa Beras Disimpan Rapat Tetap Bisa Berkutu?

  • 28 Jul 2026 15:59 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam –Banyak orang terkejut saat menemukan kutu di dalam beras yang selama ini disimpan rapat di wadah tertutup. Kondisi tersebut sering memunculkan anggapan bahwa kutu masuk dari luar melalui celah wadah penyimpanan. Padahal, secara ilmiah, kutu beras kerap berasal dari dalam butir beras itu sendiri.

Kutu beras, yang dikenal sebagai Sitophilus oryzae, merupakan hama penyimpanan yang dapat berkembang biak di dalam biji-bijian. Serangga betina memiliki kemampuan meletakkan telur di dalam butir beras dengan membuat lubang kecil yang kemudian ditutup kembali. Akibatnya, telur hampir tidak terlihat oleh mata manusia.

Proses tersebut biasanya telah terjadi sejak masa penyimpanan di gudang, distribusi, atau bahkan setelah panen. Karena ukurannya sangat kecil dan tersembunyi di dalam butir beras, telur kutu dapat lolos dari berbagai tahapan pascapanen hingga akhirnya ikut terbawa ke rumah konsumen.

Selama beras disimpan, terutama pada suhu hangat dan kelembapan yang tinggi, telur akan menetas menjadi larva. Larva kemudian memakan bagian dalam butir beras hingga berkembang menjadi pupa dan akhirnya keluar sebagai kutu dewasa. Inilah sebabnya beras yang semula tampak bersih dapat tiba-tiba dipenuhi kutu meski wadah penyimpanannya tidak pernah dibuka.

Para ahli menjelaskan bahwa siklus hidup kutu beras berlangsung relatif cepat. Dalam kondisi lingkungan yang mendukung, satu generasi kutu dapat berkembang hanya dalam waktu sekitar satu bulan. Setelah menjadi dewasa, kutu akan berkembang biak kembali sehingga populasinya meningkat dalam waktu singkat.

Meski demikian, kemunculan kutu bukan berarti beras tersebut selalu berkualitas buruk. Faktor suhu, kelembapan, dan lamanya penyimpanan menjadi penentu utama cepat atau lambatnya perkembangan telur menjadi kutu dewasa.

Untuk meminimalkan pertumbuhan kutu, masyarakat disarankan menyimpan beras di tempat yang kering, sejuk, dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Wadah penyimpanan sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu sebelum diisi beras baru serta tidak mencampurkan beras lama dengan beras yang baru dibeli.

Selain itu, membeli beras sesuai kebutuhan juga menjadi langkah efektif agar waktu penyimpanan tidak terlalu lama. Semakin singkat masa penyimpanan, semakin kecil peluang telur kutu berkembang menjadi serangga dewasa.

Memahami siklus hidup kutu beras membantu masyarakat menyadari bahwa kemunculan kutu bukan semata-mata disebabkan oleh wadah yang kurang rapat, melainkan merupakan proses biologis yang dapat dimulai jauh sebelum beras sampai ke dapur rumah tangga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....