Ekosistem Bulion Didorong Tingkatkan Nilai Tambah Emas

  • 17 Jul 2026 10:57 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Pemerintah terus mendorong pengembangan ekosistem bulion nasional untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya emas Indonesia sekaligus memperkuat sektor jasa keuangan berbasis emas. Penguatan dilakukan melalui pengembangan rantai nilai emas dari sektor hulu hingga pemanfaatannya dalam berbagai layanan dan instrumen keuangan.

Berdasarkan estimasi United States Geological Survey (USGS), Indonesia memproduksi sekitar 90 ton emas pada 2025 atau sekitar 2,7 persen dari produksi emas dunia. Sementara itu, cadangan emas nasional diperkirakan mencapai sekitar 3.600 ton atau sekitar 5,5 persen dari total cadangan emas global.

Setahun setelah peluncuran Bulion Bank oleh Presiden Prabowo Subianto, jumlah emas yang dikelola dalam ekosistem bulion Indonesia telah mencapai 153,05 ton melalui PT Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia. Capaian tersebut menunjukkan meningkatnya pemanfaatan emas sebagai bagian dari sektor jasa keuangan nasional.

Untuk memperkuat ekosistem tersebut, pemerintah menilai sektor hilir keuangan bulion harus didukung oleh kepastian pasokan emas fisik yang aman, bertanggung jawab, dan terintegrasi dengan sektor pertambangan.

Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat industri bulion nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di pasar emas global.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....