Ketegangan Timur Tengah Bayangi Pergerakan Emas
- 17 Jul 2026 11:03 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Penguatan harga emas masih tertahan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Amerika Serikat melancarkan gelombang baru serangan terhadap Iran. Situasi tersebut memicu kekhawatiran terhadap kenaikan harga energi dan tekanan inflasi global.
Amerika Serikat juga kembali memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Sebagai respons, Iran mengancam akan menghentikan lebih banyak ekspor energi dari kawasan, sehingga mendorong harga minyak melanjutkan penguatan.
Analis Riset Senior FXTM, Lukman Otunuga, menilai perkembangan terbaru di sekitar Selat Hormuz kembali memicu kekhawatiran terhadap lonjakan tekanan harga akibat kenaikan biaya energi.
"Apabila ketegangan terus meningkat dan mendorong harga minyak lebih tinggi, kondisi tersebut justru dapat menjadi faktor negatif bagi emas karena berpotensi memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama," ujar Lukman Otunuga.
Kenaikan harga energi dinilai berpotensi mempertahankan tekanan inflasi sehingga mendorong bank sentral mempertahankan suku bunga pada level tinggi lebih lama. Kondisi tersebut mengurangi daya tarik emas karena logam mulia itu tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....