Berikut Kekerasan Digital yang Dapat Mengancam Kesehatan Mental Anak

  • 14 Jul 2026 13:58 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam – Kemajuan teknologi telah memberikan banyak manfaat bagi anak dalam belajar, berkomunikasi, dan mengembangkan kreativitas. Namun, di balik kemudahan tersebut, terdapat berbagai bentuk kekerasan digital yang dapat mengancam keamanan dan kesehatan mental anak. Oleh karena itu, orang tua perlu memahami berbagai risiko di dunia maya agar dapat memberikan pendampingan dan perlindungan yang tepat.

Salah satu bentuk kekerasan digital dilansir dari web Komdigi yang paling sering terjadi adalah perundungan siber (cyberbullying), yakni tindakan menghina, mengintimidasi, mempermalukan, atau menyebarkan komentar negatif melalui media sosial, aplikasi percakapan, maupun platform permainan daring. Selain itu, anak juga berisiko mengalami pelecehan daring (online harassment), seperti menerima pesan bernada ancaman, kata-kata tidak pantas, atau rayuan dari orang yang tidak dikenal. Bentuk lain yang perlu diwaspadai adalah eksploitasi seksual daring, termasuk upaya membujuk anak untuk mengirimkan foto atau video pribadi serta praktik pemerasan seksual (sextortion).

Ancaman lainnya adalah penipuan digital (online scam), pencurian identitas, serta doxing, yaitu penyebaran data pribadi anak tanpa izin. Anak juga rentan terpapar konten yang mengandung kekerasan, pornografi, perjudian, ujaran kebencian, hingga informasi palsu (hoaks) yang dapat memengaruhi pola pikir dan perilaku mereka. Tidak kalah penting, kecanduan gawai dan permainan daring akibat penggunaan internet yang tidak terkontrol juga dapat mengganggu kesehatan fisik, psikologis, serta perkembangan sosial anak.

Untuk mencegah berbagai bentuk kekerasan digital tersebut, orang tua perlu membangun komunikasi yang terbuka dengan anak, mendampingi aktivitas mereka saat menggunakan internet, serta mengajarkan etika dan keamanan digital sejak dini. Penggunaan fitur parental control, pengaturan privasi akun, pembatasan waktu penggunaan gawai, serta edukasi agar anak tidak membagikan informasi pribadi kepada orang lain menjadi langkah penting dalam menciptakan ruang digital yang aman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....