Ini Penjelasan Mengapa Baju Hitam Identik Dipakai saat Berduka
- 08 Jul 2026 09:44 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam –Saat menghadiri pemakaman atau melayat ke rumah duka, banyak orang memilih mengenakan pakaian berwarna hitam. Tradisi ini telah berlangsung selama berabad-abad di berbagai belahan dunia dan menjadi simbol penghormatan kepada mereka yang telah berpulang. Namun, mengapa warna hitam begitu identik dengan suasana berkabung?
Para sejarawan dan ahli budaya menjelaskan bahwa penggunaan pakaian hitam saat berduka bukan sekadar mengikuti tradisi, melainkan memiliki makna filosofis, psikologis, hingga sosial yang mendalam.
Secara umum, warna hitam melambangkan duka, kehilangan, dan kesedihan. Dalam psikologi warna, hitam sering dikaitkan dengan suasana hening, refleksi diri, serta akhir dari sebuah fase kehidupan.
Mengenakan pakaian hitam saat berduka menjadi bentuk ekspresi emosional tanpa harus mengungkapkan kesedihan melalui kata-kata. Warna tersebut juga mencerminkan rasa hormat kepada keluarga yang ditinggalkan maupun kepada orang yang telah meninggal dunia.
Tradisi ini telah dikenal sejak masa Kekaisaran Romawi dan semakin berkembang pada era Victoria di Inggris, ketika anggota keluarga diwajibkan mengenakan pakaian hitam selama masa berkabung. Seiring waktu, kebiasaan tersebut menyebar ke berbagai negara dan menjadi simbol universal penghormatan dalam suasana duka.
Meski demikian, penggunaan warna hitam tidak berlaku di semua budaya. Di beberapa negara Asia, seperti Tiongkok, Jepang, dan India, warna putih justru menjadi simbol kesucian dan lebih umum dikenakan saat upacara pemakaman. Seiring waktu, tradisi tersebut menyebar ke berbagai negara dan menjadi kebiasaan yang masih dipraktikkan hingga saat ini, meski tidak lagi diwajibkan.
Selain melambangkan kesedihan, pakaian hitam juga menjadi simbol solidaritas. Orang yang datang melayat dengan mengenakan pakaian berwarna gelap menunjukkan empati dan penghormatan kepada keluarga yang sedang mengalami kehilangan.
Busana hitam dianggap tidak mencolok sehingga perhatian tetap tertuju pada prosesi penghormatan terakhir, bukan pada penampilan para pelayat.
Meski identik dengan duka di banyak negara, tidak semua budaya menggunakan warna hitam sebagai simbol berkabung.
Di sejumlah negara Asia, seperti Tiongkok, Jepang, dan Korea dalam tradisi tertentu, warna putih justru melambangkan kesucian dan menjadi warna utama dalam upacara pemakaman. Di beberapa wilayah India, putih juga menjadi simbol pelepasan dan penghormatan terakhir kepada orang yang meninggal.
Di Indonesia, mengenakan pakaian hitam saat melayat merupakan kebiasaan yang umum, namun bukan suatu keharusan. Yang terpenting adalah memakai pakaian yang sopan, sederhana, dan tidak mencolok sebagai bentuk penghormatan kepada keluarga yang ditinggalkan serta menunjukkan rasa empati atas kehilangan yang mereka alami.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....