Peneliti FKPT: Memperkuat Kesadaran Keberagaman Perkuat Pencegahan Radikalisme
- 22 Jun 2026 09:55 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Survei Indeks Potensi Radikalisme (IPR) Tahun 2025 diselenggarakan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut Ancaman radikalisme di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengalami penurunan dalam kurun dua tahun terakhir.
hasil survei tersebut menyebutkan Indeks Potensi Radikalisme Provinsi Kepulauan Riau pada tahun 2025 berada pada angka 13,1, relatif stabil dibandingkan tahun 2024 dan menurun dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 13,7.
Peneliti FKPT Kepulauan Riau, Dr H Muhamaad Zaenuddin SSi MSc menjelaskan bahwa penelitian dilakukan terhadap 350 responden di Kota Batam, Kota Tanjungpinang, dan Kabupaten Bintan menggunakan metode wawancara tatap muka langsung. Menurut Zaenuddin, tantangan utama pencegahan radikalisme saat ini adalah memperkuat kesadaran masyarakat terhadap keberagaman.
“Inti yang perlu diperkuat adalah kesadaran akan keberagaman. Masyarakat harus memahami bahwa perbedaan suku, agama, dan latar belakang adalah hal yang wajar. Toleransi dan saling menghargai perbedaan menjadi kunci agar potensi radikalisme dapat diminimalkan," jelas Zaenuddin.
Sementara itu, Direktur Pencegahan BNPT RI, sebagaimana disampaikan Teuku Fauzansyah menyampaikan bahwa Survei Indeks Potensi Radikalisme merupakan instrumen strategis untuk memahami tingkat kerentanan masyarakat terhadap paham radikal dan menjadi dasar penyusunan kebijakan pencegahan yang lebih tepat sasaran.
"Hasil tersebut diharapkan menjadi dasar penyusunan program pencegahan yang adaptif dan berbasis bukti (evidence-based policy)," ungkap Subkoordinator Penelitian dan Evaluasi BNPT, Teuku Fauzansyah pada kegiatan Internalisasi Hasil Survei Indeks Potensi Radikalisme (IPR) Tahun 2025 melalui rangkaian kegiatan Kajian Senin Kamis (KSK) Tahun 2026 diselenggarakan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kepulauan Riau, Kamis 18 Juni 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....