Yuk Intip Batas Usia Produktif Pohon Kelapa Sawit

  • 31 Mei 2026 16:02 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Sektor perkebunan kelapa sawit merupakan tulang punggung ekonomi bagi banyak wilayah di Indonesia. Namun, keberlanjutan produktivitas tanaman ini sangat bergantung pada pemahaman mendalam mengenai siklus hidup pohon serta manajemen kesehatan lahan. Memasuki usia lanjut, produktivitas tanaman kelapa sawit akan menurun drastis, sehingga keputusan untuk melakukan peremajaan (replanting) menjadi krusial.

Batas Usia Produktif Kelapa Sawit

Menurut konsensus ahli pertanian dan praktisi perkebunan, tanaman kelapa sawit memiliki siklus hidup yang ekonomis namun terbatas. Secara teknis, pohon kelapa sawit mulai memasuki fase menghasilkan (TBM ke TM) pada usia 3–4 tahun.

Puncak produktivitas biasanya terjadi pada rentang usia 7 hingga 18 tahun. Setelah melewati usia 20–25 tahun, efisiensi tanaman dalam memproduksi Tandan Buah Segar (TBS) akan menurun secara signifikan. Selain penurunan volume produksi, faktor fisik pohon yang terlalu tinggi menyulitkan proses pemanenan, yang pada akhirnya meningkatkan biaya operasional dan menurunkan kualitas buah.

Kondisi Lahan Setelah Usia Produktif

Ketika pohon sawit mencapai akhir usia produktif, kondisi lahan biasanya mengalami perubahan drastis yang memerlukan penanganan khusus sebelum bibit baru ditanam. Berikut adalah tantangan utama yang dihadapi:

Degradasi Struktur Tanah: Aktivitas akar selama puluhan tahun serta penggunaan pupuk kimia yang terus-menerus dapat menyebabkan pemadatan tanah dan penurunan kadar bahan organik.

Ketimpangan Hara: Nutrisi tanah sering kali habis teruras (terutama unsur hara makro seperti Kalium), sehingga tanah menjadi kurang subur bagi bibit baru.

Risiko Penyakit: Sisa-sisa perakaran pohon lama sering kali menjadi inang bagi jamur patogen, seperti Ganoderma boninense, yang dapat menyerang tanaman baru jika tidak ditangani dengan proses sanitasi yang ketat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....