Bukan Sekadar Kejar Viral, Pentingnya Menjaga Etika dan Reputasi di Era Digital

  • 29 Mei 2026 22:27 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Perkembangan era digital yang kian masif telah mengubah lanskap industri kreatif secara total, tak terkecuali bagi profesi pemandu acara (master of ceremony), penyiar, hingga pelaku UMKM. Digitalisasi kini bukan lagi sekadar platform alternatif, melainkan instrumen utama yang secara nyata menentukan reputasi, visual, hingga pendapatan ekonomi para praktisi,.

Dua pengurus inti Perwara Indonesia Kota Batam, Sekretaris Umum Veve Fatra dan Kabid Humas Aji Wijaya, memaparkan bagaimana ruang digital dapat dimanfaatkan secara produktif sekaligus mengingatkan bahaya di balik penyalahgunaannya,.

"Digitalisasi ini mampu mengubah secara total bagaimana cara kita mempromosikan diri. Kita harus melatih diri untuk melek teknologi, memahami apa yang diinginkan pasar, dan merubah sudut pandang agar personal branding kita di dunia luar terbangun dengan kuat," ujar Kabid Humas Perwara Indonesia, Aji Wijaya, dalam dialog di RRI Batam.

Mengatasi tantangan zaman, Sekretaris Umum Perwara Indonesia, Veve Fatra, mengimbau seluruh lapisan Masyarakat baik generasi muda, pembawa acara, hingga pelaku usaha untuk menguasai dan mengimplementasikan empat pilar utama literasi digital secara seimbang,.

Keempat pilar tersebut meliputi:

  1. Cakap Digital: Kemampuan teknis dalam mengoperasikan dan memanfaatkan media sosial untuk produktivitas.
  2. Etika Digital (Digital Ethics): Kesadaran untuk menjaga lisan, tulisan, dan sikap moral saat berinteraksi di ruang siber.
  3. Budaya Digital: Internalisasi nilai-nilai kebangsaan dan ketimuran di dalam ekosistem digital.
  4. Keamanan Digital (Digital Safety): Kewaspadaan tingkat tinggi terhadap berbagai ancaman kejahatan modern.

Dalam diskusi tersebut, kedua narasumber sepakat bahwa bagi seorang figur publik maupun pembawa acara, media sosial bertindak sebagai portofolio digital yang dinilai langsung oleh klien dan netizen. “Namun, hal ini bak pisau bermata dua, kesalahan kecil di ruang digital dapat menghancurkan reputasi yang telah dibangun bertahun-tahun”, ungkapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....