Mengulas Makna Mendalam Bakti kepada Orang Tua di Era Modern

  • 29 Mei 2026 22:21 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Di tengah gempuran modernisasi dan perubahan sosial yang cepat, nilai-nilai moral tradisional seperti menghormati orang tua kerap menghadapi tantangan besar. Menyikapi fenomena ini, Stasiun RRI Pro 1 Batam melalui program siaran religi "Mutiara Pagi" mengangkat tajuk penting mengenai esensi spiritual dan sosial dari berbakti kepada orang tua.

Hadir sebagai narasumber utama, akademisi sekaligus pendakwah Ust. Dr. Cand. Utrianto, S.Pd., M.Pd., membedah secara filosofis dan teologis mengapa penghormatan kepada orang tua ( birrul walidain) tidak sekadar menjadi kewajiban moral, melainkan kunci pembuka pintu keberkahan hidup seorang anak.

"Bakti kepada orang tua bukan sekadar balasan atas jasa masa lalu, melainkan sebuah investasi spiritual. Ridha Allah sangat bergantung pada bagaimana kita memperlakukan ayah dan ibu kita hari ini," ujar Ust. Utrianto dalam siaran langsung tersebut.

3 Pilar Utama Fondasi Bakti Menurut Ust. Utrianto

Dalam pemaparannya, Ust. Utrianto menggarisbawahi tiga aspek krusial yang mendasari perilaku berbakti yang sejati:

  • Ketaatan yang Santun: Menuruti setiap arahan orang tua selama tidak bertentangan dengan kaidah agama, disertai dengan tutur kata yang lembut (qaulan karima) tanpa menyela atau mengeraskan suara.
  • Pemenuhan Kebutuhan Lahir dan Batin: Menjamin kesejahteraan fisik orang tua di masa senja mereka, sekaligus memberikan perhatian emosional agar mereka tidak merasa terasing atau kesepian.
  • Doa dan Penjagaan Nama Baik: Menjadi representasi moral yang baik di masyarakat demi menjaga kehormatan keluarga, serta senantiasa menyelipkan doa keselamatan bagi mereka di setiap waktu.

Lebih lanjut, dialog interaktif ini juga membedah korelasi antara keharmonisan komunikasi anak-orang tua dengan kesehatan mental generasi muda. Ust. Utrianto berhipotesis bahwa anak yang tumbuh dengan budaya hormat dan komunikasi yang sehat di dalam rumah cenderung memiliki ketahanan psikologis yang lebih kuat saat menghadapi tekanan sosial di luar rumah.

Sebaliknya, pengabaian terhadap figur orang tua di masa tua sering kali memicu keretakan emosional antar-generasi, yang berpotensi melahirkan perilaku menyimpang pada generasi berikutnya karena kehilangan role model teladan di dalam internal keluarga mereka sendiri.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....