Asal Usul Warna Lampu Jalan, Dari Kuning Hangat hingga Putih Terang

  • 13 Apr 2026 08:19 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Lampu jalan merupakan bagian penting dari infrastruktur perkotaan yang sering kali dianggap sepele. Namun, tahukah Anda bahwa warna cahaya lampu jalan mulai dari kuning hingga putih terang memiliki sejarah panjang dan alasan ilmiah di balik penggunaannya?

Pada awal perkembangannya di abad ke-19, lampu jalan menggunakan teknologi lampu gas. Cahaya yang dihasilkan cenderung berwarna kuning kemerahan. Warna ini bukan dipilih secara khusus, melainkan merupakan hasil alami dari pembakaran gas. Meski sederhana, lampu gas sudah cukup membantu meningkatkan keamanan di jalanan pada masa itu.

Memasuki abad ke-20, teknologi berkembang dengan hadirnya lampu natrium tekanan rendah (Low-Pressure Sodium/LPS). Lampu jenis ini menghasilkan cahaya kuning yang sangat khas. Warna kuning dipilih karena memiliki efisiensi energi tinggi dan mampu menembus kabut dengan lebih baik dibandingkan cahaya putih. Hal ini membuatnya ideal untuk digunakan di jalan raya, terutama di daerah dengan kondisi cuaca buruk.

Selanjutnya, lampu natrium tekanan tinggi (High-Pressure Sodium/HPS) mulai digunakan secara luas. Lampu ini masih menghasilkan warna kuning, tetapi dengan sedikit nuansa oranye. Selain hemat energi, lampu ini juga memiliki umur pakai yang lebih lama, sehingga menjadi pilihan utama di banyak kota di dunia selama beberapa dekade.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, banyak kota mulai beralih ke lampu LED (Light Emitting Diode). Lampu LED menghasilkan cahaya putih yang lebih terang dan jernih. Perubahan ini dilakukan karena LED lebih hemat energi, ramah lingkungan, serta mampu memberikan visibilitas yang lebih baik bagi pengendara dan pejalan kaki.

Meski demikian, penggunaan lampu putih juga menuai perdebatan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa cahaya putih yang terlalu terang dapat mengganggu ritme biologis manusia dan hewan, serta meningkatkan polusi cahaya. Oleh karena itu, sejumlah kota mulai menyesuaikan suhu warna LED agar tetap nyaman bagi lingkungan.

Dari perjalanan panjang tersebut, dapat disimpulkan bahwa warna lampu jalan bukan sekadar estetika, melainkan hasil dari perkembangan teknologi, efisiensi energi, dan pertimbangan keselamatan. Dari kuning hangat hingga putih terang, setiap warna memiliki cerita dan fungsi tersendiri dalam menerangi kehidupan manusia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....