[Hoaks] Vaksin BCG atau DPT Memicu Campak pada Bayi
- 08 Apr 2026 20:59 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Beredar unggahan narasi dari akun Facebook “Jefri Papahnya Aqiela” pada Sabtu, 7 Maret 2026. Unggahan beserta narasi : “Semua anak anak yang baru lahir lalu disuntik vaksin BCG rekombinant atau DPT mRNA pada akhirnya akan kena campak walaupun anak itu tidak berkontak fisik dengan orang lain atau tidak berkontak fisik dengan orang yang kena campak, Mengapa? Karena virus campak nya sudah dimasukkan pada saat baru lahir melalui suntikan vaksin BCG program ambisiusnya menkes bankir ahli nuklir, ingat itu dulu anda jangan lupa dan belagak blo'on, bahkan tidak sedikit dulu bidan dan dokter yang mensuntik vaksin bayi baru lahir tanpa seizin dan sepengetahuan orangtuanya"
Dilansir dari akun sosial media Instagram @turnbackhoax.id, informasi yang menyebut vaksin BCG dan DPT mengandung virus campak adalah tidak benar. dr. Andreas Wilson Setiawan, M.Kes, AIFO-K, CBP.Med, Akp menjelaskan vaksin BCG digunakan untuk mencegah tuberkulosis dan mengandung bakteri hidup yang telah dilemahkan, yaitu Mycobacterium bovis. Vaksin ini tidak mengandung virus, termasuk virus campak.
Sementara itu, vaksin DPT diberikan untuk melindungi dari difteri, pertusis, dan tetanus. Kandungannya terdiri atas toksoid difteri, toksoid tetanus, serta komponen bakteri pertusis, sehingga juga tidak mengandung virus campak.
Ia menegaskan bahwa virus campak hanya terdapat pada vaksin khusus, yakni MMR vaccine, yang berfungsi melindungi dari campak, gondongan, dan rubella. Oleh karena itu, klaim bahwa bayi telah “dimasukkan” virus campak sejak lahir melalui vaksin BCG atau DPT tidak memiliki dasar ilmiah.
Lebih lanjut, anggapan bahwa virus dalam vaksin dapat aktif kembali melalui “kode genetik manusia” juga tidak sesuai dengan mekanisme biologis. Virus yang digunakan dalam vaksin telah dilemahkan dan tidak dapat berubah menjadi berbahaya melalui gen manusia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....