Dolar AS Menguat Tajam di tengah Eskalasi Konflik Timur Tengah
- 31 Mar 2026 23:10 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Dolar Amerika Serikat menguat signifikan pada perdagangan awal pekan dan berada di jalur kenaikan bulanan terbesar sejak Juli. Penguatan ini dipicu meningkatnya kekhawatiran investor terhadap dampak konflik Timur Tengah yang berpotensi berlangsung lama.
Ketegangan memuncak setelah penutupan Selat Hormuz, jalur vital yang mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia. Kondisi tersebut mengguncang pasar global dan mendorong lonjakan harga minyak mentah Brent.
Konflik bermula dari serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari dan kini meluas ke kawasan. Risiko semakin besar dengan kemungkinan operasi darat serta keterlibatan kelompok Houthi dari Yaman. Meski terdapat upaya diplomatik, termasuk rencana perundingan yang difasilitasi Pakistan, ketidakpastian masih tinggi.
Pernyataan Presiden Donald Trump terkait komunikasi dengan Iran tidak memberikan dampak signifikan terhadap pasar. Investor tetap memburu dolar AS sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian global.
Indeks dolar tercatat di level 100,14 pada awal perdagangan. Sementara itu, euro berada di posisi US$1,1512 dan menuju pelemahan bulanan sekitar 2,5%. Poundsterling juga melemah ke US$1,32585 dengan potensi penurunan sekitar 1,7% sepanjang Maret.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....