Risiko Pasokan Minyak Global Meningkat akibat Serangan di Selat Hormuz

  • 31 Mar 2026 16:05 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID, Batam - Risiko pasokan minyak dunia semakin nyata akibat konflik di Selat Hormuz dan wilayah sekitar. Kapal tanker Al Salmi milik Kuwait Petroleum Corporation, yang mampu mengangkut 2 juta barel minyak, diduga diserang Iran di pelabuhan Dubai, menambah ketegangan pasokan energi global.

Selain itu, serangan rudal Houthi Yaman ke Israel meningkatkan kekhawatiran gangguan di Selat Bab el-Mandeb, jalur strategis yang menghubungkan Laut Merah dan Teluk Aden serta menjadi rute utama perdagangan minyak antara Asia dan Eropa melalui Terusan Suez. Hal ini memaksa Arab Saudi mengalihkan ekspor minyak ke pelabuhan Yanbu, dengan volume pengiriman melonjak menjadi 4,658 juta barel per hari dari rata-rata 770.000 barel.

Lin Ye, Vice President Rystad Energy, menekankan, “Cadangan minyak global yang tersisa semakin menipis, membuat pasar semakin rentan terhadap penutupan Selat Hormuz yang berkepanjangan. Kondisi ini meningkatkan risiko kekurangan pasokan fisik sekaligus memperkuat tren kenaikan harga.”

Harga minyak Brent untuk kontrak pengiriman Mei tercatat USD112,96 per barel, sementara WTI naik tipis menjadi USD102,90 per barel. Meski ada pergerakan stabil, investor tetap waspada terhadap potensi guncangan lebih lanjut yang dapat memengaruhi harga minyak global.

Para analis menilai, pemulihan penuh infrastruktur dan jalur transportasi minyak akan memerlukan waktu, sehingga ketegangan geopolitik akan terus memengaruhi pasar hingga adanya kepastian arus pasokan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....