Harga Minyak Stabil meski Konflik Iran Memicu Ketidakpastian Pasokan
- 31 Mar 2026 16:05 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Harga minyak dunia bergerak relatif stabil pada Selasa (31/3), meski ketegangan di Timur Tengah tetap menjadi ancaman bagi pasokan global. Minyak mentah berjangka Brent untuk kontrak pengiriman Mei naik tipis 18 sen atau 0,16% menjadi USD112,96 per barel, sementara kontrak Juni berada di posisi USD107,27 per barel. Patokan AS, West Texas Intermediate (WTI), naik 2 sen menjadi USD102,90 per barel, setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi sejak 9 Maret.
Analis menilai pergerakan harga saat ini merupakan respons sementara terhadap spekulasi berakhirnya konflik. Sugandha Sachdeva, Pendiri SS WealthStreet, mengatakan, “Meski sinyal diplomatik campur aduk, realitas di lapangan menunjukkan ketidakpastian akan terus berlanjut. Pemulihan infrastruktur yang rusak akan memakan waktu, sehingga pasokan tetap ketat.”
Ketegangan geopolitik terkait Iran dan Selat Hormuz berperan besar dalam fluktuasi harga. Penutupan Selat Hormuz memengaruhi sekitar 20% pasokan minyak global, termasuk pengiriman gas alam cair, yang memicu lonjakan harga minyak sepanjang Maret, dengan Brent naik 59% dan WTI melonjak 58%.
Investor kini menunggu kepastian arus minyak melalui Selat Hormuz. Laporan terbaru menyebut Presiden AS Donald Trump bersedia mengakhiri kampanye militer terhadap Iran, tetapi jalur tersebut tetap sebagian besar tertutup. Kondisi ini membuat pasar energi global tetap rentan terhadap gangguan fisik pasokan.
Selain itu, serangan terhadap kapal tanker Kuwait Petroleum Corporation di pelabuhan Dubai meningkatkan risiko tambahan terhadap pasokan minyak global. Kondisi ini menjadi perhatian utama bagi trader dan pemerintah yang bergantung pada stabilitas harga energi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....