Danantara Dukung Kerja Sama Rare Earth Gabon–Indonesia
- 31 Mar 2026 13:33 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - PT Perusahaan Mineral Nasional (Persero) (PERMINAS) dan New Energy Metals Holdings Ltd (NEM), dengan dukungan Danantara Indonesia sebagai lembaga pengelola investasi strategis nasional, kemarin (16/02) mengumumkan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang menetapkan kerangka kerja untuk mengevaluasi potensi kolaborasi strategis terkait (i) sumber daya niobium dan rare earth elements (REE) Maboumine di Republik Gabon dan potensi inisiatif rantai nilai hilir rare earth di Republik Indonesia.
Kerja sama ini mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat integrasi hulu-hilir serta membangun rantai pasok rare earth yang tangguh dan berdaya saing global yang mencakup pengembangan sumber daya, pemrosesan, dan manufaktur lanjutan.
Sebagai platform investasi strategis nasional Indonesia, Danantara Indonesia berperan memastikan kerja sama ini selaras dengan agenda hilirisasi, penguatan rantai pasok mineral kritis, serta pengembangan kapabilitas pemrosesan dan manufaktur lanjutan melalui potensi pembiayaan dan partisipasi investasi strategis bersama PERMINAS, guna mendorong integrasi hulu-hilir yang berdaya saing global.
Rosan Roeslani, Chief Executive Officer Danantara Indonesia mengatakan, "Fase berikutnya pertumbuhan industri Indonesia membutuhkan akses yang tangguh terhadap input strategis serta kemampuan untuk mengonversi input tersebut menjadi produk hilir yang berdaya saing global. Kerangka kerja sama ini selaras dengan ambisi tersebut dan mendukung pengembangan rantai nilai mineral kritis strategis yang berorientasi masa depan."
Brian Yuliarto, Kepala Badan Industri Mineral (BIM) turut menambahkan, "Ini menandai fase baru dalam keterlibatan Indonesia di industri mineral kritis, termasuk rare earth elements. Kolaborasi dengan NEM mencerminkan meningkatnya kapasitas industri Indonesia serta kepercayaan mitra internasional terhadap potensi mineral kritis Indonesia. Melalui kemitraan ini, Indonesia bertujuan mendorong pengembangan industri dalam negeri sekaligus memperkuat partisipasinya dalam pasar mineral kritis global."
MoU ini menetapkan kerangka kerja bagi para pihak untuk mengevaluasi keterkaitan hulu-hilir, termasuk potensi Indonesia berperan sebagai platform pemrosesan hilir, manufaktur, dan integrasi industri, sejalan dengan mandat PERMINAS, prioritas industri nasional, serta ketentuan regulasi yang berlaku.
Gilarsi Wahju Setijono, President Director (CEO) PERMINAS, mengatakan, "PERMINAS berkomitmen mendorong pencapaian tujuan strategis Indonesia di sektor mineral kritis dan industrialisasi hilir. MoU ini menciptakan jalur yang terstruktur untuk menilai peluang yang menghubungkan potensi sumber daya hulu dengan penciptaan nilai hilir, selaras dengan tata kelola yang kuat dan prioritas nasional jangka panjang."
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....