Hari Obesitas Sedunia, Waspadai Ancaman Kesehatan Global
- 04 Mar 2026 11:32 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam – Setiap 4 Maret, dunia memperingati Hari Obesitas Sedunia atau World Obesity Day. Peringatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya obesitas yang kian meningkat di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Obesitas bukan sekadar persoalan penampilan, melainkan kondisi medis serius yang meningkatkan risiko berbagai penyakit tidak menular. Data World Health Organization menyebutkan, angka obesitas global terus menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa dekade terakhir. Kondisi ini berkaitan erat dengan pola makan tidak seimbang, kurang aktivitas fisik, serta gaya hidup sedentari.
Di Indonesia, prevalensi obesitas pada orang dewasa juga mengalami kenaikan dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terus mengampanyekan pola hidup sehat melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), yang mendorong konsumsi buah dan sayur, rutin berolahraga, serta pemeriksaan kesehatan berkala.
Secara medis, obesitas diukur menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT), yakni perbandingan berat badan dan tinggi badan. Seseorang dikategorikan obesitas jika memiliki IMT 30 atau lebih. Namun, tenaga kesehatan juga menilai distribusi lemak tubuh, seperti lingkar perut, karena lemak viseral berisiko tinggi memicu penyakit jantung, diabetes tipe 2, hingga hipertensi.
Pakar kesehatan menekankan, penanganan obesitas memerlukan pendekatan komprehensif. Edukasi gizi sejak dini, pembatasan konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, serta penyediaan ruang publik yang mendukung aktivitas fisik menjadi bagian penting dari solusi jangka panjang.
Hari Obesitas Sedunia tidak hanya menjadi ajang kampanye, tetapi juga pengingat bahwa pencegahan lebih efektif dibanding pengobatan. Perubahan gaya hidup, sekecil apa pun, dapat memberi dampak signifikan bagi kesehatan individu dan masyarakat secara luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....