Harimau Bali, Jejak Sang Raja Hutan yang Kini Tinggal Kenangan

  • 22 Feb 2026 17:23 WIB
  •  Batam

RRI.CO.ID , Batam - Pulau Dewata tidak hanya dikenal karena keindahan pantai dan budayanya yang kaya, tetapi juga pernah menjadi habitat salah satu satwa paling langka di dunia, Harimau Bali. Subspesies harimau ini dinyatakan punah pada pertengahan abad ke-20, menjadikannya simbol hilangnya keanekaragaman hayati Indonesia.

Harimau Bali merupakan subspesies dari Harimau yang memiliki ukuran tubuh paling kecil dibandingkan kerabatnya. Panjang tubuh harimau jantan dewasa diperkirakan mencapai sekitar 2,2 meter dengan berat sekitar 90–100 kilogram, sementara betina lebih kecil.

Ciri khasnya adalah warna oranye gelap dengan loreng hitam yang lebih sedikit dan tampak lebih jarang. Satwa ini dahulu hidup di hutan-hutan bagian barat Pulau Bali dan berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Kepunahan Harimau Bali tidak terjadi secara tiba-tiba. Sejak awal abad ke-20, perburuan besar-besaran dilakukan, baik oleh pemburu lokal maupun kolonial. Pada masa penjajahan Belanda, perburuan harimau bahkan dianggap sebagai kegiatan bergengsi.

Salah satu peristiwa yang tercatat adalah ditembaknya seekor harimau betina di wilayah barat Bali pada tahun 1937, yang sering disebut sebagai harimau Bali terakhir yang terdokumentasi. Selain perburuan, alih fungsi hutan menjadi lahan pertanian dan permukiman semakin mempersempit habitatnya.

Tidak adanya lagi laporan penampakan yang dapat diverifikasi setelah tahun 1930-an membuat Harimau Bali akhirnya dinyatakan punah. Kepunahannya menjadikannya salah satu dari tiga subspesies harimau Indonesia yang telah hilang, bersama Harimau Jawa dan Harimau Kaspia.

Kini, spesimen Harimau Bali hanya dapat ditemukan dalam bentuk awetan di beberapa museum luar negeri, menjadi pengingat nyata akan dampak eksploitasi manusia terhadap alam.

Kisah Harimau Bali menjadi peringatan penting tentang pentingnya konservasi satwa liar. Indonesia saat ini masih memiliki Harimau Sumatra, subspesies terakhir harimau yang tersisa di Tanah Air. Namun, populasinya juga berada dalam kondisi terancam akibat perburuan dan kerusakan habitat.

Para ahli konservasi menekankan bahwa tanpa perlindungan serius dan kesadaran masyarakat, kisah kepunahan seperti Harimau Bali bisa terulang kembali.

Harimau Bali mungkin telah hilang dari hutan Pulau Dewata, tetapi jejak sejarahnya tetap hidup sebagai simbol pentingnya menjaga warisan alam untuk generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....