Pertanda di Balik Kucing yang Sering Cegukan
- 29 Jan 2026 16:14 WIB
- Batam
RRI.CO.ID, Batam - Cegukan tidak hanya dialami manusia, tetapi juga dapat terjadi pada hewan peliharaan seperti kucing. Meski umumnya bersifat ringan dan sementara, cegukan yang terlalu sering pada kucing kerap membuat pemilik khawatir. Lantas, apa sebenarnya pertanda jika kucing sering cegukan?
Dokter hewan, Nurul menjelaskan, cegukan pada kucing terjadi akibat kontraksi tiba-tiba pada diafragma, otot yang berperan dalam proses pernapasan. Kondisi ini biasanya disertai suara kecil atau gerakan dada yang tidak beraturan.
Beberapa penyebab umum kucing sering cegukan antara lain disampaikan Nurul sebagai berikut
1. Makan atau minum terlalu cepat. Kucing yang terlalu lahap saat makan dapat menelan udara berlebih, sehingga memicu cegukan.
2. Perubahan suhu mendadak. Udara dingin atau perubahan suhu lingkungan secara tiba-tiba dapat memengaruhi sistem pernapasan kucing.
3. Stres atau terlalu aktif bermain. Aktivitas berlebihan, terutama pada anak kucing, bisa menyebabkan irama napas terganggu dan memicu cegukan.
4. Masalah pencernaan ringan. Gas di dalam lambung atau iritasi ringan pada saluran cerna juga dapat menjadi pemicu cegukan.
5. Tanda gangguan kesehatan tertentu. Jika cegukan terjadi terlalu sering, berlangsung lama, atau disertai gejala lain seperti muntah, lemas, batuk, atau penurunan nafsu makan, hal ini bisa menjadi pertanda adanya gangguan pernapasan, infeksi, atau masalah organ dalam.
“Waspada apabila cegukan pada kucing terjadi berulang kali dalam sehari, tidak kunjung berhenti, atau disertai perubahan perilaku. Dalam kondisi tersebut, segera bawa hewan peliharaan ke dokter hewan untuk memastikan penyebab pastinya,” tambahnya.
Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain:
1. Memberikan porsi makan lebih kecil namun lebih sering
2. Menggunakan mangkuk khusus agar kucing tidak makan terlalu cepat
3. Menjaga suhu ruangan tetap nyaman
4. Mengurangi stres dan aktivitas berlebihan
Pada umumnya, cegukan pada kucing tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya. Namun, perhatian dan pengamatan dari pemilik tetap menjadi kunci utama untuk menjaga kesehatan hewan peliharaan kesayangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....