Kisah Rahmat Rintis Ayam Penyet Sambal Royo di Tengah Kesibukan Skripsi
- 05 Okt 2026 08:06 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang – Kegelisahan menghadapi masa akhir perkuliahan mendorong Rahmat Rohmanudin bersama rekannya mencoba membangun usaha kuliner. Berawal dari mahasiswa yang tengah menyusun skripsi, keduanya kemudian mengembangkan Ayam Penyet Sambal Royo sebagai peluang usaha sekaligus persiapan menghadapi dunia setelah kuliah.
Co-founder Ayam Penyet Sambal Royo, Rahmat Rohmanudin mengatakan, ide usaha tersebut bermula ketika dirinya dan rekan-rekannya sedang berada di masa akhir perkuliahan dan banyak menghabiskan waktu untuk menyusun tugas akhir. Kondisi tersebut membuat mereka memikirkan kegiatan produktif yang dapat dilakukan sembari menyelesaikan pendidikan.
“Berangkat dari kegelisahan kita yang lapar sebenarnya, kita seorang mahasiswa akhir sedang menyusun skripsi dan malas untuk keluar, akhirnya kepikiran bikin penyetan,” ujar Rahmat dalam program Santai Siang bersama RRI Pro 2 Banten, Minggu, 4 Oktober 2026.
Rahmat menyebut, pilihan membuka usaha penyetan juga didasarkan pada pertimbangan terhadap persaingan usaha ayam geprek yang dinilai sudah sangat banyak. Sementara itu, konsep ayam penyet dianggap masih memiliki ruang untuk dikembangkan dengan karakter produk yang berbeda.
“Kita kalau mau bikin ayam geprek mikirnya sudah banyak banget orang yang jualan, sedangkan penyetan ini agak jarang,” ujarnya.
Menurut Rahmat, perjalanan membangun usaha tidak langsung berjalan mulus karena dirinya dan rekan-rekan tidak memiliki latar belakang kuliner. Mereka bahkan sempat mengalami kegagalan dalam menghasilkan sambal yang sesuai dengan rasa yang diinginkan pada awal pengembangan produk.
“Kita bertiga bukan punya basic sama sekali di masak, makanya awal-awal kita khawatir, tetapi karena konsisten dan siap menerima kritik dan saran, yang tadinya enggak bisa jadi bisa,” katanya.
Rahmat mengatakan, proses penelitian dan pengembangan produk dilakukan secara bertahap hingga mereka menghabiskan sekitar dua sampai tiga kilogram ayam untuk mendapatkan formula yang sesuai. Produk yang telah dibuat kemudian dibagikan kepada tetangga dan lingkungan sekitar untuk memperoleh masukan mengenai rasa serta kekurangan yang masih perlu diperbaiki.
Ia menilai, pengalaman membangun usaha ketika masih menjadi mahasiswa juga membantunya mempersiapkan diri menghadapi dunia setelah menyelesaikan pendidikan. Menurutnya, masa akhir kuliah sering kali memunculkan pertanyaan mengenai pekerjaan dan kehidupan setelah lulus sehingga usaha menjadi salah satu pilihan untuk membangun kemandirian.
“Untuk saya dan kawan-kawan, konsisten menjalankan penyet ini adalah manajerial waktu yang paling penting,” ucapnya.
Rahmat menjelaskan, pembagian waktu dilakukan dengan mengatur pekerjaan sejak pagi, mulai dari mendapatkan ayam segar hingga menyiapkan sambal dan proses produksi. Dengan sistem tersebut, pekerjaan memasak dapat diselesaikan lebih awal sehingga waktu berikutnya dapat digunakan untuk menyelesaikan tugas akhir maupun aktivitas lainnya, katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....