Teknik Ungkep Satu Jam Jaga Ayam Royo Tetap Juicy

  • 04 Okt 2026 15:06 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang – Ayam Penyet Sambal Royo mengandalkan proses pengolahan ayam dan konsistensi bahan sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas produk. Teknik pengungkepan selama sekitar satu jam dengan api kecil menjadi salah satu proses yang diterapkan untuk mempertahankan tekstur dan rasa ayam sebelum digoreng.

Co-founder Ayam Penyet Sambal Royo, Rahmat Rohmanudin mengatakan, ayam yang digunakan dipastikan dalam kondisi segar dan melalui proses pembersihan sebelum diolah. Menurutnya, kebersihan bahan menjadi perhatian karena dapat memengaruhi rasa sekaligus kualitas makanan yang diterima pelanggan.

“gak perlu jangan khawatir, ayam kita itu selalu fresh tiap hari, disembelih langsung di depan kita sendiri,” kata Rahmat dalam program Santai Siang bersama RRI Pro 2 Banten, Minggu, 4 Oktober 2026.

Rahmat menjelaskan, ayam kemudian diungkep menggunakan bumbu dengan jumlah air yang tidak terlalu banyak dan api kecil. Proses tersebut dilakukan secara perlahan agar daging ayam tidak terlalu lembek sehingga tetap mampu mempertahankan teksturnya ketika masuk ke tahap penggorengan.

“Ketika air itu dituangkan ke panci, dimasukkan bumbu-bumbu dan airnya sekecil mungkin, sebisa mungkin apinya kecil supaya ayamnya enggak terlalu empuk,” ujarnya.

Menurut Rahmat, ayam diungkep selama sekitar satu jam, lebih lama dibandingkan proses pengungkepan yang umumnya dilakukan dalam waktu lebih singkat. Setelah matang, ayam tidak langsung diangkat dan digoreng, tetapi didiamkan sekitar 15 hingga 30 menit agar kondisinya lebih stabil.

“Setelah diungkep satu jam, jangan langsung diangkat, diamkan dulu selama 15 sampai 30 menit baru diangkat dan didinginkan,” ucapnya.

Tahap penggorengan juga dilakukan dengan memperhatikan suhu minyak agar ayam tidak cepat garing di bagian luar sementara bagian dalam mengalami perubahan tekstur. Minyak dipanaskan hingga kondisi hangat sehingga proses penggorengan berlangsung secara perlahan dan bumbu yang telah meresap tetap terjaga.

“Kita pengin minyak itu memanaskan ayam secara perlahan, sehingga bumbu yang ada di dalam ayam enggak pecah dan rasanya tetap terjaga,” katanya.

Rahmat menyebut, proses tersebut merupakan hasil penelitian dan pengembangan yang dilakukan sebelum produk dipasarkan secara luas. Pengujian juga dilakukan dengan membagikan produk kepada tetangga dan calon pelanggan untuk mendapatkan masukan terkait rasa, tekstur, serta kualitas makanan.

Ia menegaskan, menjaga kualitas menjadi komitmen meskipun usaha masih berada pada skala kecil dan menyasar pasar anak muda. Menurutnya, kualitas harus tetap menjadi prioritas karena kepercayaan pelanggan menjadi modal penting untuk mengembangkan usaha dan membuka peluang ekspansi di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....