Tak Punya Biaya, Tiga Tahun Kanker Sahrul Belum Tertangani

  • 25 Agt 2024 11:57 WIB
  •  Banten

KBRN, Pandeglang: Seorang bocah bernama Sahrul Ramadan, asal Desa Cikadodong, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Banten, mengidap kanker ganas yang tumbuh dibagian tulang pipi kirinya. Namun, karena keterbatasan biaya, bocah sembilan tahun ini kesulitan menjalani perawatan medis.

Ayah Sahrul, Arsim menceritakan, penyakit itu sudah diderita buah hatinya sejak beberapa tahun lalu. Bermula ketika muncul bintik-bintik di sekitar pipinya pada lima tahun lalu. Tak beberapa lama, bitnik-bintik itu berusah menjadi benjolan yang terus membesar.

Baca juga: Kemensos Salurkan Bantuan bagi Korban Puting Beliung di Pandeglang

"Sahrul mulai mengalami gejala bintik-bintik waktu 5 tahun yang lalu, dan 3 tahun terakhir ini, kondisinya makin parah pas muncul benjolan di pipi sebelah kiri," kata Arsim, Minggu (25/8/2024).

Dia mengatakan, sudah membawa Sahrul berobat ke Rumah Sakit. Dari hasil pemeriksaan, anaknya divonis mengidap kanker tulang.

"Sahrul sudah beberapa kali menjalani check up ke RSUD Malingping dan RSUD Banten. Hasilnya Sahril diagnosa mengidap kanker tulang pada bagian pipi kiri dan harus dioperasi," ucap Arsim.

Baca juga: 140.258 Penduduk Pandeglang Tergolong Miskin Ekstrem

Namun, dia kesulitan untuk menindaklanjuti arahan dokter. Sebab dia tidak memiliki biaya untuk membawa Sahrul operasi. Pekerjaannya sebagai buruh serabutan, tidak cukup untuk membiayai Sahrul berobat.

"Tetapi dikarenakan terkendala biaya, operasi tersebut tertunda, belum lagi BPJS yang dimiliki Sahrul hanya kelas 3. Sementara biaya operasi itu diperkirakan mencapai Rp100 juta," kata dia lirih.

Arsim mengaku, saat ini Sahrul kerap mengeluhkan sakit hingga sulit tidur dan makan akibat benjolan kanker yang terus membesar pada bagian pipi kirinya.

"Rasa sakit sering kali datang tanpa diduga, membuat Sahrul sulit tidur dan sulit makan. Saya hanya memendam harapan agar anak saya bisa segera sembuh," katanya.

Baca juga: Cegah Kanker Rahim, Puskesmas Angsana Buka Layanan IVA Test

Sementara Kepala Dusun Cikadodong, Agus Khaelani mengatakan, pihaknya sudah berupaya untuk membantu Sahrul. Namun, karena masyarakat di lingkungannya juga sebagian besar merupakan masyarakat pra Sejahtera, sehingga masyarakat hanya bisa membantu semampuhnya.

"Masyarakat sudah membantu ala kadarnya untuk biaya transportasi saat mau check up ke Rumah Sakit," kata dia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....