Kemiskinan di Kabupaten Lebak Capai 8.03 Persen

  • 22 Jun 2026 14:11 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Kabupaten Lebak masih menghadapi tantangan besar dalam upaya pengentasan kemiskinan. Hingga saat ini, angka kemiskinan di daerah tersebut tercatat berada pada level 8,03 persen.

Persentase tersebut menunjukkan bahwa masih banyak warga yang membutuhkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak untuk meningkatkan kesejahteraan hidup mereka. Selain persoalan kemiskinan, Kabupaten Lebak juga masih dihadapkan pada tingginya jumlah rumah tidak layak huni (RTLH).

Data pemerintah daerah menunjukkan jumlah RTLH di wilayah ini masih mencapai lebih dari 10 ribu unit. Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah yang tidak mudah bagi Pemerintah Kabupaten Lebak.

Keterbatasan kemampuan anggaran daerah membuat penanganan RTLH harus dilakukan secara bertahap. Pada tahun 2026, Pemkab Lebak melalui program Bantuan Stimulan Rumah Swadaya (BSRS) menargetkan perbaikan sebanyak 267 unit rumah tidak layak huni.

Setiap unit rumah mendapatkan bantuan sebesar Rp20 juta untuk mendukung proses rehabilitasi agar menjadi tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan sehat. Meski demikian, jumlah bantuan yang dapat diberikan pemerintah daerah masih jauh dari kebutuhan riil di lapangan yang mencapai ribuan rumah.

Karena itu, kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi langkah penting untuk mempercepat penanganan kemiskinan dan RTLH di Kabupaten Lebak. Salah satu mitra strategis yang terus berkontribusi adalah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lebak melalui program bantuan Rumah Tidak Layak Huni.

Pada tahun 2026, BAZNAS Kabupaten Lebak bersama BAZNAS RI merealisasikan pembangunan dan perbaikan sebanyak sepuluh unit RTLH bagi masyarakat kurang mampu. Program tersebut menyasar warga yang masuk kategori mustahik dan membutuhkan dukungan untuk memiliki hunian yang lebih layak.

Bantuan yang diberikan BAZNAS sebesar Rp20 juta untuk setiap unit rumah. Dari total bantuan tersebut, Rp17,5 juta dialokasikan untuk kebutuhan material bangunan, sedangkan Rp2,5 juta digunakan untuk biaya tukang.

Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap dan langsung kepada warga penerima manfaat di berbagai wilayah Kabupaten Lebak. Adapun sebaran program RTLH BAZNAS tahun 2026 meliputi Kecamatan Warunggunung sebanyak tiga unit rumah.

Kemudian Kecamatan Cimarga juga menerima tiga unit bantuan rumah. Selanjutnya Kecamatan Cibadak memperoleh dua unit bantuan RTLH dan Kecamatan Kalanganyar mendapatkan dua unit bantuan RTLH.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lebak, Halson Nainggolan, mengatakan persoalan kemiskinan dan RTLH tidak dapat diselesaikan hanya mengandalkan kemampuan anggaran pemerintah daerah. “Angka kemiskinan di Kabupaten Lebak yang masih berada di level 8,03 persen menjadi tantangan bersama. Karena itu kami terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk BAZNAS, agar upaya pengentasan kemiskinan dan perbaikan kualitas hunian masyarakat dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran,” kata Halson Nainggolan, di Rangkasbitug, Senin, 22 Juni 2026.

Sinergi antara pemerintah, lembaga zakat, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memperluas jangkauan bantuan bagi warga yang membutuhkan. “Jika semua pihak bergerak bersama, maka penanganan RTLH maupun pengurangan angka kemiskinan akan lebih optimal. Pemerintah daerah sangat mengapresiasi kontribusi BAZNAS yang selama ini hadir membantu masyarakat kurang mampu,” ujarnya.

Ketua BAZNAS Kabupaten Lebak, Wawan Gunawan, mengatakan program RTLH merupakan salah satu bentuk pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah untuk meningkatkan kesejahteraan mustahik. “Bantuan RTLH ini kami salurkan kepada warga yang benar-benar membutuhkan. Harapannya, mereka dapat memiliki rumah yang lebih layak, sehat, aman, dan nyaman untuk ditempati bersama keluarga,” kata Wawan Gunawan.

Program tersebut tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik rumah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat miskin. “BAZNAS akan terus berupaya menghadirkan program-program yang berdampak langsung kepada masyarakat. Kami berharap kolaborasi dengan pemerintah daerah dan BAZNAS RI dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak warga yang terbantu,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....