Hadapi Musim Hujan, Pemkot Serang Keruk Kali Parung Sepanjang 1 Km
- 16 Sep 2026 13:06 WIB
- Banten
Poin Utama
- Pemkot Serang memulai proyek normalisasi Kali Parung di Kampung Susukan sebagai persiapan menghadapi banjir pada musim penghujan.
- Proyek ini dilakukan berkolaborasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) Banten melibatkan penggunaan alat berat untuk pengerukan sungai.
- Tahap awal pengerjaan mencakup normalisasi alur sungai sepanjang satu kilometer dari total 15 kilometer bentang Kali Parung.
RRI.CO.ID, Serang - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mulai bersiaga menghadapi potensi banjir jelang musim penghujan. Salah satu fokusnya yakni pengerjaan fisik berupa normalisasi aliran Kali Parung di Kampung Susukan, Kelurahan Penancangan, Kecamatan Cipocok Jaya.
Proyek ini digarap berkolaborasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) Banten. Pada tahap awal, petugas menurunkan alat berat untuk mengeruk alur sungai sepanjang satu kilometer dari total 15 kilometer bentang Kali Parung.
Wali Kota Serang, Budi Rustandi menegaskan, pengerukan sengaja diprioritaskan di titik ini karena dampaknya sangat krusial. Aliran sungai ini melintasi permukiman padat warga, fasilitas layanan publik, hingga kawasan pertanian.
"Ini menjadi permasalahan bersama terkait penanganan banjir karena sebentar lagi masuk musim penghujan. Penanganan Kali Parung ini berdampak langsung ke perumahan warga, fasilitas umum seperti rumah sakit, hingga persawahan," ujar Budi saat meninjau lokasi, Selasa, 15 September 2026.
Budi menjelaskan, pendangkalan sungai di kawasan tersebut kerap memicu luapan air saat intensitas hujan tinggi. Jika dibiarkan tanpa pengerukan, dampaknya tak cuma merendam rumah warga tetapi juga memutus akses jalan dan merusak lahan pertanian di sekitarnya.
Selain di Kali Parung, Pemkot Serang juga mengusulkan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di aliran Sungai Ciwaka kawasan Perumahan Grand Sutera. Usulan ini diajukan ke BBWSC3 Banten lantaran posisi perumahan berada sangat mepet dengan bibir sungai dan rawan tergerus air.
Namun, upaya penanganan banjir di sepanjang Sungai Ciwaka masih membentur kendala teknis di lapangan. Alat berat dilaporkan kesulitan masuk ke lokasi akibat maraknya deretan bangunan liar yang berdiri persis di bantaran sungai.
"Aksesnya susah karena banyaknya bangunan liar, terutama di daerah Ciwedus. Kita akan berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan kecamatan setempat untuk menertibkan agar tidak ada lagi bangunan liar di pinggir sungai," kata Budi.
Ia menegaskan, kendati saat ini pemerintah daerah tengah menerapkan efisiensi anggaran, urusan mitigasi banjir, perbaikan infrastruktur, serta sektor pendidikan dan kesehatan tetap diposisikan sebagai prioritas utama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....