Muara Karangantu Alami Pendangkalan, BBWSC3 Lakukan Normalisasi 1,5 Kilometer
- 24 Jun 2026 14:54 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang – Muara di Kali Sultan, Karangantu, Kota Serang, yang selama ini dikeluhkan nelayan akibat pendangkalan alur pelayaran hingga menghambat kapal keluar masuk, kini mulai ditangani melalui pekerjaan normalisasi oleh Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWS C3) sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer. Kepala BBWS C3, Dedi Yudha Lesmana, mengatakan kondisi muara saat ini mengalami pendangkalan cukup signifikan dengan tingkat sedimentasi yang telah mencapai lebih dari 50 persen kapasitas tampung sungai.
"Sedimennya sudah di atas 50 persen dari kapasitas tampung sungai sehingga mengganggu arus keluar masuk kapal nelayan," kata Dedi, kepada RRI, Rabu, 24 Juni 2026.
Dalam pekerjaan tersebut, BBWS C3 menargetkan pengangkatan sekitar 100 ribu meter kubik sedimen yang menumpuk di alur Sungai Cibanten, khususnya di kawasan Muara Karangantu. Pengerukan dilakukan sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer dengan target pengembalian kedalaman alur hingga sekitar dua meter agar kapal nelayan dapat kembali beroperasi dengan lebih lancar.
Dedi menjelaskan, sedimentasi yang terjadi di muara tidak hanya disebabkan oleh sampah, tetapi terutama berasal dari material tanah yang terbawa aliran sungai dari wilayah hulu. Menurutnya, aktivitas pembukaan lahan serta longsoran saat hujan menjadi salah satu faktor utama yang mempercepat akumulasi sedimen di hilir sungai. "Sampah memang ada, tetapi bukan faktor utama. Sedimen terbanyak berasal dari aliran hulu sungai," ujarnya.
Untuk mendukung pekerjaan tersebut, BBWS C3 menurunkan dua jenis alat berat, yakni ekskavator long arm yang bekerja di atas ponton dan ekskavator amfibi yang dapat beroperasi di darat maupun perairan. Selain pengerukan sedimen, BBWS C3 juga akan mengangkat sampah serta bangkai kapal yang selama ini berada di kawasan muara dan menghambat alur pelayaran.
Selama proses pengerjaan berlangsung, aktivitas nelayan tetap berjalan dengan pengaturan lalu lintas kapal yang dilakukan bersama otoritas pelabuhan agar tidak terjadi penutupan total jalur pelayaran. Pekerjaan normalisasi Muara Karangantu ditargetkan selesai dalam waktu sekitar dua bulan dan menjadi bagian dari paket pengendalian banjir Sungai Cibanten tahun 2026 dengan nilai anggaran sekitar Rp26 miliar.
BBWS C3 berharap normalisasi ini dapat mengembalikan fungsi alur pelayaran sekaligus mengurangi dampak pendangkalan yang selama ini dikeluhkan nelayan di wilayah pesisir Kota Serang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....