Kekeringan Picu Risiko Kebakaran Lahan

  • 16 Sep 2026 15:04 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Kekeringan di wilayah Banten meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan karena berkurangnya curah hujan dan vegetasi yang mengering.
  • BPBD Provinsi Banten telah menerima sejumlah laporan kebakaran lahan selama musim kemarau berlangsung.
  • Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di tengah kondisi lingkungan yang semakin kering.

RRI.CO.ID, Serang – Kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah Banten turut meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan akibat berkurangnya curah hujan dan kondisi vegetasi yang mengering. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten mencatat, telah menerima sejumlah laporan kebakaran lahan selama kondisi kemarau berlangsung.

Sekretaris BPBD Provinsi Banten, Hery Yulianto mengatakan, kondisi lingkungan yang semakin kering membuat semak-semak, lahan, hingga kawasan hutan lebih mudah terbakar. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

“Ya, ini sudah sebagai dampaknya karena curah hujan berkurang, kemudian pohon-pohon juga banyak yang kering, semak-semak, lahan, hutan ini sudah ada beberapa laporan termasuk terkait dengan kebakaran lahan,” katanya dalam program Spada bersama RRI Pro 2 Banten, Rabu, 16 September 2026.

Salah satu kejadian kebakaran lahan dilaporkan terjadi di sekitar Kelurahan Banjaragung, tidak jauh dari kantor BPBD Provinsi Banten. Peristiwa tersebut terjadi secara tiba-tiba dan langsung ditangani oleh petugas terkait.

“Sudah beberapa laporan termasuk kemarin ini di sebelah kantor BPBD ini, di sebelah Kelurahan Banjaragung ini lahannya kebakaran pas Maghrib dua hari yang lalu. Ini langsung ditangani oleh teman-teman di BPBD Provinsi,” ujarnya.

Selain ancaman kebakaran, BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk menyesuaikan aktivitas dengan kondisi lingkungan yang kering. Hery meminta kegiatan luar ruangan dikurangi apabila tidak mendesak, terutama ketika kondisi udara dan lingkungan sedang tidak mendukung.

“Tentu saja hindari kegiatan-kegiatan di luar ruangan yang outdoor ya. Kalau tidak perlu-perlu amat, ini saya pikir kegiatan di dalam saja, termasuk sebisa mungkin aktivitas-aktivitas luar dikurangi,” ucapnya.

Kekeringan juga telah berdampak pada sektor pertanian di Banten. Berdasarkan laporan Dinas Pertanian per 19 Agustus yang diterima BPBD, sebanyak 2.818,25 hektare sawah mengalami kekeringan.

“Ini berdasarkan laporan dari Dinas Pertanian per 19 Agustus, yang masuk di kami ini sudah 2.818,25 hektare sawah mengalami kekeringan. Tentu saja kalau pertanian, sawah-sawah kering tentu saja berdampak kepada ketersediaan padi, ketersediaan beras,” katanya.

Menghadapi kondisi tersebut, BPBD menyiapkan langkah mitigasi jangka panjang, termasuk mendorong pembuatan sumur artesis dan kemungkinan operasi modifikasi cuaca. Masyarakat juga diimbau menghemat penggunaan air sekaligus mulai menerapkan pemanenan air hujan agar ketersediaan air dapat dipertahankan.

“Mari kita bijak menggunakan air. Jangan hanya bijak di saat kita kekeringan saja, nanti pas musim hujan juga harus dipikirkan ini bagaimana air supaya tetap bertahan di bumi, bertahan di tanah kita,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....