Ratusan Personil Gabungan Ikuti Apel Kesiapsiagaan Bencana dan Kebakaran
- 05 Agt 2026 13:15 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang – Ratusan personel gabungan dari berbagai instansi mengikuti apel Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana dan Karhutla 2026 yang disiagakan untuk mengantisipasi kebakaran hutan, lahan, serta tanggap darurat bencana di wilayah Kabupaten Pandeglang. Apel kesiapsiagaan yang melibatkan unsur TNI, Polri, BPBD, pemadam kebakaran, hingga relawan ini digelar di halaman Mapolres Pandeglang, Rabu 5 Agustus 2026.
Wakapolres Pandeglang, Kompol Yudha Hermawan, menyatakan sebanyak tiga ratus personel gabungan disiagakan guna menghadapi ancaman cuaca ekstrem selama musim kemarau. Serta sebagian petugas ditempatkan khusus di posko Tempat Pembuangan Sampah Akhir Bangkonol untuk melakukan patroli dan edukasi pencegahan kebakaran.
"Secara keseluruhan ada tiga ratus personel gabungan yang disiagakan sebagai program dari pemerintah dan satuan Polri untuk mengantisipasi karhutla. Di TPSA Bangkonol terdapat posko khusus untuk melaksanakan edukasi, patroli, serta mengantisipasi potensi kebakaran di area tersebut," ujar Yudha Hermawan, Rabu 5 Agustus 2026.
Pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum memperketat langkah pencegahan mengingat Kabupaten Pandeglang memiliki tingkat kerawanan terhadap berbagai potensi bencana hidrometeorologi. Kegiatan siaga darurat ini difokuskan pada deteksi dini, pemetaan wilayah rawan, serta patroli secara berkelanjutan di titik-titik krusial.
Kepala BPBD Kabupaten Pandeglang, Riza Ahmad Kurniawan, menilai potensi kebakaran hutan dan lahan di daerahnya tidak terlalu besar namun tetap membutuhkan kesiapsiagaan tinggi. Pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar guna menghindari bencana yang lebih luas.
"Potensi karhutla di Pandeglang memang tidak terlalu besar tetapi kami tetap siap siaga karena ada beberapa titik rawan saat musim kemarau ekstrem. Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar demi mencegah terjadinya musibah kebakaran," ujar Riza.
Pemerintah daerah menegaskan penanganan bencana tidak bisa dilakukan oleh satu instansi saja melainkan membutuhkan kolaborasi erat seluruh pihak terkait. Koordinasi lintas sektor terus diperkuat agar seluruh personel mampu merespons setiap situasi darurat secara cepat, tepat, dan terpadu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....