Anak Krakatau Masih Erupsi, Pandeglang Gelar Apel Pasukan di Alun-Alun
- 07 Sep 2026 10:19 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang - Merespons naiknya aktivitas Gunung Anak Krakatau ke Level III (Siaga), Pemkab Pandeglang bersama TNI, Polri, dan tim SAR menggelar apel siaga bencana di Alun-alun Pandeglang, Senin, 7 September 2026 pagi.
Apel gabungan yang disiagakan sejak pukul 07.50 WIB ini melibatkan sedikitnya 300 personel lintas sektor, mulai dari Kodim 0601/Pandeglang, Polres Pandeglang, BPBD, Basarnas, Satpol PP, hingga Balawista. Sejumlah armada darurat seperti ambulans, water cannon, perahu karet (LCR), dan truk evakuasi juga disiagakan di lokasi.
Bupati Pandeglang, Raden Dewi Setiani menegaskan, langkah ini diambil untuk memastikan kesiapan seluruh elemen menghadapi potensi dampak erupsi yang bisa terjadi sewaktu-waktu di sepanjang pesisir Selat Sunda.
"Pengalaman masa lalu mengajarkan kita kalau kesiapsiagaan harus dibangun dari sekarang, bukan menunggu bencana datang. Kita siapkan personel, jalur evakuasi, hingga sistem komunikasinya," ucap Dewi.
Merujuk data PVMBG, Gunung Anak Krakatau sempat meletus pada Minggu, 6 September 2026 pagi pukul 07.10 WIB dengan amplitudo maksimum 50 milimeter selama 16 detik. Meski suara dentuman dilaporkan sudah menghilang, radius aman tetap dipatok minimal 3 kilometer dari kawah aktif.
Selain bahaya erupsi langsung, Pemkab Pandeglang juga mewaspadai sebaran abu vulkanik yang mulai mengganggu kesehatan pernapasan dan jarak pandang. Masyarakat diimbau untuk selalu mengenakan masker saat keluar rumah.
Di sisi lain, Pemkab memastikan aktivitas pariwisata di kawasan pesisir seperti Carita sejauh ini masih berjalan relatif normal tanpa ada lonjakan pembatalan reservasi. Balawista sendiri sudah menyiagakan sedikitnya 100 personel untuk memantau keamanan di sepanjang garis pantai.
"Warga dan wisatawan kita minta tetap tenang tapi terus waspada. Jangan gampang makan isu liar, pantau terus informasi resmi dari pemerintah dan PVMBG," ujar Dewi.
Dandim 0601/Pandeglang, Letkol Inf Fajar Aulia Futra, menegaskan pentingnya kesiapan personel dan satuan dalam menghadapi setiap kemungkinan perkembangan situasi. Sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah daerah dan seluruh instansi kebencanaan menjadi faktor penting dalam memastikan respons yang cepat, tepat dan terkoordinasi.
Selain kesiapan personel, monitoring terhadap perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau akan terus dilakukan dengan mengacu pada informasi resmi PVMBG dan Badan Geologi.
“Pemantauan mencakup perkembangan aktivitas vulkanik, status kegempaan, kejadian erupsi, potensi sebaran abu vulkanik serta setiap rekomendasi dan peringatan resmi dari instansi berwenang,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....