Gunung Anak Krakatau Erupsi, Pelayaran di Selat Sunda Diperketat

  • 06 Sep 2026 12:30 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Cilegon - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten mengeluarkan peringatan kewaspadaan bagi seluruh kapal yang melintasi Perairan Selat Sunda, menyusul aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih berstatus Level III atau Siaga. Peringatan ini tertuang dalam pengumuman resmi bernomor PG-KSOP.Btn 15 Tahun 2026 yang diteken pada 6 September 2026.

Kepala KSOP Kelas I Banten, Raden Yogie Nugraha mengatakan, langkah ini diambil setelah pihaknya menerima laporan khusus dari Badan Geologi Kementerian ESDM soal fenomena erupsi menerus Gunung Anak Krakatau. Laporan bernomor 1512.Lap/GL.03/BGL/2026 itu terbit 5 September 2026, dan diperkuat hasil pemantauan situs Magma ESDM sehari setelahnya.

"Kami sampaikan ini ke seluruh nakhoda, pemilik dan pengusaha kapal, perusahaan pelayaran, agen kapal, sampai pengguna jasa angkutan laut. Intinya, tingkatkan kewaspadaan demi keselamatan pelayaran di Selat Sunda," kata Yogie dalam siaran pers yang diterima RRI, Minggu, 6 September 2026.

Poin paling ketat dalam pengumuman itu adalah larangan bagi kapal mendekati kawasan dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau. Larangan ini berlaku selama status Siaga masih ditetapkan.

Yogie menjelaskan, di luar soal jarak aman, nakhoda juga wajib terus memantau perkembangan informasi resmi dari PVMBG, BMKG, BPBD setempat, hingga instansi pemerintah terkait lain. Perencanaan pelayaran, harus memperhitungkan kondisi cuaca dan arah sebaran abu vulkanik, bukan sekadar jarak dari kawah.

"Kalau nakhoda menemukan indikasi bahaya yang bisa mengganggu keselamatan pelayaran, segera lakukan penghindaran. Laporkan juga ke Vessel Traffic Service, Stasiun Radio Pantai, atau Syahbandar terdekat," ujarnya.

Selain ancaman lontaran material vulkanik, KSOP Banten juga menyoroti potensi paparan debu vulkanik yang bisa memicu Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA. Karena itu, penumpang dan awak kapal diimbau memakai masker selama berada di atas kapal dan sepanjang pelayaran berlangsung.

Yogie menambahkan, abu vulkanik juga berpotensi membatasi jarak pandang di laut. Untuk mengantisipasi hal ini, awak kapal yang sedang dinas jaga diminta mengoptimalkan alat bantu navigasi seperti AIS, radar, dan GPS, serta memastikan seluruh peralatan navigasi dalam kondisi siap pakai.

"Penumpang juga kami minta tetap perhatikan kondisi kesehatan masing-masing dan ikuti arahan nakhoda atau petugas kapal. Ini demi keselamatan dan kenyamanan bersama," katanya.

KSOP Kelas I Banten menegaskan seluruh penyelenggara pelayaran wajib mengutamakan keselamatan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku, selama status Siaga Gunung Anak Krakatau belum dicabut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....